Carlos Sainz Sebut Marc Marquez Sebagai Ayrton Senna dari Dunia MotoGP
MADRID, iNews.id – Pembalap Formula 1, Carlos Sainz, memberikan pujian luar biasa kepada Marc Marquez dengan menyebutnya sebagai “Ayrton Senna dari MotoGP”. Pernyataan itu muncul setelah Marquez kembali ke puncak kejayaan dengan meraih gelar juara dunia ketujuhnya musim ini bersama tim Ducati Lenovo.
Marquez menuntaskan musim 2025 dengan cara spektakuler. Setelah sempat terpuruk akibat cedera parah di tahun 2020 dan kesulitan bersaing bersama Honda, dia akhirnya bangkit melalui perjalanan panjang yang penuh perjuangan.
Perubahan besar terjadi pada akhir 2023, ketika Marquez memutuskan meninggalkan Repsol Honda, tim yang telah membesarkan namanya, untuk bergabung dengan Gresini Ducati. Keputusan itu terbukti tepat. Meski hanya menjadi bagian dari tim satelit, dia menunjukkan performa luar biasa dan berhasil finis di posisi ketiga klasemen akhir musim 2024.
Kebangkitan itu membuat Ducati Lenovo tertarik untuk merekrutnya ke tim pabrikan pada musim berikutnya. Langkah itu langsung berbuah manis—Marquez tampil mendominasi dan berhasil mengamankan gelar juara dunia MotoGP ketujuh sepanjang kariernya.
Capaian tersebut menempatkan Marquez sejajar dengan Valentino Rossi, yang juga mengoleksi tujuh gelar MotoGP. Kini, dia hanya tertinggal satu trofi dari Giacomo Agostini, pemegang rekor delapan gelar juara dunia.
Melihat dominasi dan karisma yang dimiliki Marquez di lintasan, Carlos Sainz pun menilai pembalap berjuluk The Baby Alien itu memiliki aura dan mentalitas seperti Ayrton Senna, legenda Formula 1 asal Brasil.
“Saya sudah mengucapkan selamat kepadanya, karena dia menjalani tahun yang hebat dan penghargaan yang pantas dia dapatkan atas kebangkitan yang dia buat dalam kariernya,” kata Sainz, dikutip dari Crash, Kamis (9/10/2025).
Lebih lanjut, Sainz menilai dunia balap modern terkadang gagal menyadari kehebatan seseorang yang masih aktif bertanding.
“Marquez adalah Ayrton Senna dari MotoGP. Hanya saja cara kita mengalaminya saat ini, kita tidak menyadarinya. Saat dia pensiun nanti, dan seiring berjalannya waktu, semua orang akan mengingat Marc Marquez sebagai sosok yang paling mirip dengan Ayrton Senna di Formula 1,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi bentuk penghormatan besar dari sesama atlet lintasan balap. Sebab, Ayrton Senna dikenal sebagai legenda F1 yang menorehkan tiga gelar juara dunia antara tahun 1988 hingga 1991. Pembalap asal Brasil itu meninggal dunia secara tragis dalam kecelakaan di Sirkuit Imola, Italia, tahun 1994, dan hingga kini dianggap sebagai ikon kecepatan dan keberanian sejati.
Senna dianggap setara dengan nama-nama besar seperti Michael Schumacher dan Lewis Hamilton dalam sejarah F1. Maka, menyandingkan nama Marquez dengan Senna jelas bukan pujian biasa—melainkan pengakuan bahwa dominasi dan pengaruh Marquez di MotoGP sudah mencapai level legendaris.
Kebangkitan Marquez setelah cedera panjang juga memperkuat statusnya sebagai pembalap tangguh dengan determinasi luar biasa. Dari mengalami operasi berulang kali hingga kehilangan kepercayaan diri, dia kini kembali ke level tertinggi dan membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk menjadi juara.
Dengan tujuh gelar di tangannya, Marquez tidak hanya menegaskan dirinya sebagai ikon baru MotoGP, tetapi juga sebagai simbol ketekunan dan semangat pantang menyerah—sebuah kualitas yang membuatnya pantas disebut “Senna-nya dunia dua roda.”
Editor: Abdul Haris