Darurat Covid-19, Mayoritas Rakyat Jepang Disebut Tolak Olimpiade 2020
TOKYO, iNews.id- Mayoritas warga Jepang disebut menolak Olimpiade Tokyo 2020 tetap digelar. Sebab, Jepang saat ini dalam kondisi darurat Covid-19 dan melakukan pengetatan untuk menekan penularan.
Menurut laporan Kyodo News pada Senin (17/5/2021), hasil jajak pendapat dengan 59,7% responden meminta untuk dibatalkan atau penundaan lebih lanjut sebagai opsi.
Berbeda lagi dengan hasil survei jajak pendapat yang dibuat oleh Asahi Shimbun pada Minggu (16/5/2021) dengan 43% responden ingin Olimpiade dibatalkan. Ada juga yang berharap untuk penundaan lebih lanjut sebanyak 40% setelah mengalami kenaikan dari responden bulan lalu sekitar 6-8%.
CEO Rakuten Inc, Hiroshi Mitinaki mengatakan jika pagelaran akbar ini tetap dipaksakan berlangsung, ini sama saja seperti misi bunuh diri. Jepang akan dihadapkan dengan risiko yang sangat tinggi untuk terus melangsungkan ajang olahraga besar tersebut.
Pertama Kalinya, Kirab Obor Olimpiade Dibatalkan
“Sangat berbahaya menggelar acara internasional yang dihadiri oleh perwakilan dari seluruh dunia, resikonya sangat tinggi,” ucap Hiroshi Mikitani dikutip dari japantimes.co.jp pada Senin (17/5/2021).
“Ini seperti misi bunuh diri,” kata Mikitani.
China Siap Uji Coba Yuan Digital untuk Pengguna Luar Negeri saat Olimpiade Beijing 2022
Tim perawat dan medis dari sistem kesehatan negara sudah berulang kali menyatakan kekurangan tenaga bahkan kelelahan. Untuk penampungan Rumah Sakit di Osaka sudah sangat tidak kondusif karena kewalahan atas kasus Covid-19 yang terus berkembang.
Olimpiade Tokyo 2021 Diusulkan Batal jika Kasus Covid-19 Jepang Makin Parah
Penyelenggara Olimpiade sangat yakin dengan langkah yang diambil yakni menguji atlet secara rutin, larangan hadirnya penonton dan keamanan lainnya. Terkait penolakan iini belum ada penjelasan dari penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020.
Editor: Ibnu Hariyanto