Fabio Quartararo Ungkap Mesin V4 Yamaha Masih Jauh dari Rival di MotoGP 2026
Meski demikian, Quartararo menegaskan fokusnya tetap sederhana: memaksimalkan kemampuan motor dalam kondisi apa pun. Baginya, posisi start di grid bukan prioritas selama tim menunjukkan progres teknis.
Quartararo membantah isu performa kurang maksimal akibat adaptasi dari mesin Inline4 ke V4. Menurut dia, perubahan gaya balap sudah dipahami, namun paket teknis Yamaha belum setara dengan para rival. Masih ada sektor penting yang harus diperbaiki, termasuk menikung, traksi, elektronik, daya cengkeram, dan tenaga.
Quartararo Bongkar Rahasia Mandalika yang Bikin Marquez dan Bagnaia Tersungkur
"Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, terutama pada saat menikung, traksi, elektronik, daya cengkeram, hingga tenaga. Jadi ada banyak hal yang harus disesuaikan," jelas Quartararo.
Kecepatan rival terlihat impresif sejak hari pertama. Sementara tim lain menemukan ritme lebih cepat, Yamaha masih berjuang mencari keseimbangan optimal. Hal ini tercermin dari hasil Alex Rins yang finis ke-14 pada hari terakhir, sementara data sektor menunjukkan Quartararo kompetitif di awal lintasan tetapi kehilangan waktu di tiga sektor berikutnya.
Alex Rins Bikin Heboh! Jahili Fabio Quartararo di Mandalika, Netizen: Indonesia Banget
"Jadi kami tahu di mana posisi kami, kami tahu bahwa kami sangat jauh, tetapi kami harus menerimanya dan bekerja keras adalah satu-satunya hal yang bisa kami lakukan," tutur Quartararo.
Pekerjaan besar menanti tim Yamaha sebelum tes berikutnya di Buriram, Thailand, pada 21-22 Februari 2026. Publik MotoGP kini menanti apakah Yamaha mampu memangkas jarak dengan rival atau justru semakin terjebak di papan tengah musim ini.
Editor: Reynaldi Hermawan