Fajar/Fikri Buka-bukaan usai Juara Denmark Open 2026, Bawa-Bawa Asian Games
Kondisi kok yang melaju cepat juga memengaruhi strategi permainan mereka. Fajar/Fikri memilih terus menyerang daripada bermain bertahan sehingga mampu mengendalikan pertandingan dan menang dengan skor telak dalam dua gim langsung.
"Kami sudah sangat sering bertemu Aaron/Soh, bahkan sejak sebelum kami berpasangan, jadi sudah tahulah kelemahan dan kelebihan masing-masing. Kok sangat kencang lajunya, jadi kami tidak mau bermain bertahan. Kami dari awal selalu menekan, selalu bermain menyerang, jadi lawan juga tidak bisa berkembang," ujar Fajar.
Sementara itu, Muhammad Shohibul Fikri menegaskan dirinya berusaha memulai setiap pertandingan dengan pola pikir baru. Dia tidak ingin terlalu cepat puas dengan hasil yang sudah diraih, termasuk setelah memastikan gelar juara Denmark Open 2026.
Fikri juga mengungkapkan alasan dirinya beberapa kali berteriak saat menghadapi Aaron/Soh di partai final. Baginya, pertandingan tersebut menjadi kesempatan untuk meluapkan semangat sekaligus memperbaiki kekecewaan setelah gagal meraih gelar pada tahun sebelumnya.
"Pastinya, pola pikir saya setiap pertandingan itu saya anggap mulai lagi, baru lagi, dari nol lagi. Jadi, kami jangan cepat puas juga. Seperti tadi main di final, sayang banget kalau tidak semangat. Makanya tadi saya coba teriak-teriak untuk menebus rasa sedih tahun lalu yang sebetulnya bisa juara dan saya ingin memperbaikinya, termasuk juga kekalahan di Asian Games kemarin," tutur Fikri.