Filippo Inzaghi Ungkap Gol Paling Berkesan di AC Milan

Reynaldi Hermawan ยท Jumat, 24 April 2020 - 11:59:00 WIB
Filippo Inzaghi Ungkap Gol Paling Berkesan di AC Milan
Filippo Inzaghi memperkuat AC Milan dari 2001-2012 (Foto: Sempre Milan)

MILAN, iNews.idFilippo Inzaghi menyebutkan salah satu gol paling berkesan sepanjang kariernya di AC Milan. Menurut dia, momen itu terjadi pada perempat final Liga Champions 2002/2003.

Kala itu I Rossoneri menjamu Ajax Amsterdam di Stadion San Siro. Duel berjalan seru karena sebelumnya, kedua tim bermain imbang 0-0 di Stadion Amsterdam Arena.

Awalnya Milan dibuat panik karena skor masih seri 2-2 hingga menit-menit akhir. Jika keadaan tak berubah, Milan akan tersingkir sebab mereka dianggap kalah dalam catatan produktivitas gol tandang.

Tapi Inzaghi muncul sebagai dewa penyelamat. Pada menit 90, dia sukses menyambar umpan sundulan dari Massimo Ambrosini. Bola sebenarnya sudah bisa melewati kiper Ajax, Bogdan Lobont. Tapi sebelum melewati garis gawang, si kulit bundar kena kaki Jon Dahl Tomasson sehingga gol itu tercatat menjadi miliknya.

Namun bagi Inzaghi, gol itu seolah dicetak berkat usahanya sendiri. Menurutnya, itu paling berkesan selain dua golnya ke gawang Liverpool di final Liga Champions 2006/2007.

“Luar biasa 17 tahun lalu. Saya masih berpikir tentang hal itu sampai sekarang. Rasanya seperti kemarin. Setelah sekian malam, tetap ada di hati selamanya. Jika bertanya mana gol yang paling favorit, selain di Athena, yaitu saat bermain melawan Ajax, sekalipun gol itu bukan milik saya,” kata Inzaghi dikutip dari Football Italia.

“Melihat sekarang ini, jika hakim garis tidak benar-benar teliti, mereka bisa saja menganggap Tomasson offside. Milan kemudian memenangkan Liga Champions musim itu. Terkadang, sepak bola benar-benar luar biasa,” ujarnya.

Ya, Milan akhirnya juara Liga Champions musim 2002/2003. Di final, mereka menang adu penalti melawan Juventus.

Inzaghi berkata, gol kemenangan lawan Ajax tak lepas dari bantuan dewi fortuna. Jika Christian Chivu yang menjaganya tidak tergelincir, mungkin Inzaghi tak akan bisa memaksimalkan umpan dari Ambrosini.

“Saya memanggil Ambrosini ke peran yang lebih maju sehingga dia bisa membantu dalam serangan. Kami kehilangan Gennaro Gattuso dan Andrea Pirlo selama pertandingan,” ucapnya.

“Namun, yang benar-benar memungkinkan saya mencetak gol yaitu karena Chivu tergelincir. Saya mendapat momen yang tepat dan sangat berhati-hati. Karena saya tahu San Siro kadang-kadang licin. Permainan itu mengajarkan semua orang, sepak bola belum selesai sampai peluit akhir,” tutur pria yang akrab disapa Pippo.

Kini Inzaghi sudah pensiun. Jasa-jasanya selama membela Milan dari 2001-2012 akan terus dikenang oleh seluruh Milanisti dari berbagai penjuru dunia.

Editor : Bagusthira Evan Pratama