Gregoria Mariska Bocorkan Rumus Tuntaskan Dendam ke Supanida Katethong
“Evaluasi di Thailand kemarin aku rasa cukup berhasil sih untuk aku bawa di game tadi di mana aku merasa lebih nyaman tadi bermain. Walaupun di awal jujur tegang sekali karena ini main di Istora dengan pendukung yang banyak tapi puji Tuhan bersyukur karena bisa menang di sini,” jelas pemain berusia 24 tahun itu.
Selain itu, ketenangan juga menjadi kunci kemenangan Gregoria atas pemain peringkat 15 dunia itu karena itu membuatnya bermain lebih percaya diri. Menurutnya, strategi yang diterapkannya efektif membuat sang lawan berada dalam posisi tertekan.
“Aku rasa di hari ini aku lebih tenang sih karena dengan kondisi lapangan lawan juga beberapa kali di game pertama dia kesulitan untuk mencoba bermain netting sama aku, jadi itu membuat aku lebih percaya diri untuk menerapkan game aku juga. Tadi kemenangan di game pertama aku jadi lebih lepas juga bermain nya di game kedua dan puji Tuhan hari ini bisa menang tanpa harus rubber itu senang banget sih,” jelas juara Spain Masters 2023 itu.
Walau menang dengan skor meyakinkan, Gregoria mendapatkan perlawanan sengit dari Katethong di awal game kedua hingga mencapai skor 6-6. Dia mengungkapkan pada momen itu dirinya sempat ragu-ragu karena masih ada perasaan takut untuk bergerak dengan bebas setelah pada laga sebelumnya melawan Putri Kusuma Wardani (Putri KW), kakinya yang cedera masih terasa sakit.
“Kemarin aku bilang setelah lawan Putri KW itu kaki aku belum nyaman, masih ada sakit, jujur tadi aku agak takut kalau bola jauh untuk memaksa karena takutnya sprint lagi karena dengan jatuh kemarin itu cukup sakit ya rasanya. Jadi aku kalau tadi rasanya bola enggak bisa, aku enggak terlalu pengen maksa gitu takutnya aku jatuh lagi,” ucapnya.