Hadapi Petinju Inggris, Daud Yordan Fokus Pematangan Strategi
KENDARI, iNews.id – Petinju nasional pemegang dua gelar sekaligus IBO Intercontinental dan WBA Asia, Daud Yordan, fokus pada pematangan strategi untuk menghadapi petinju tuan rumah Anthony Crolla di Manchester Arena, Inggris, Sabtu (10/11/2018).
Daud mengatakan, latihan fisik masih dilaksanakan setiap hari pagi dan sore, tetapi sudah tidak terlalu berat seperti saat berlatih di Bali.
"Kami tinggal pemantapan strategi dan menjaga kondisi tubuh saja, mengingat pertarungan tinggal empat hari lagi," kata Daud ketika dihubungi dari Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (6/11/2018).
Apalagi, mulai Rabu (7/11/2018) sudah diawali acara seremoni menjelang pertarungan, mulai dari latihan terbuka untuk publik, konferensi pers, Kamis (8/11/2018), dan timbang badan, Jumat (9/11/2018). Sedangkan pertarungan dilaksanakan Sabtu (10/11/2018) pukul 5.30 waktu setempat.
Daud bakal menghadapi petinju tuan rumah Anthony Crolla pada pertarungan "Eliminator for: WBA Super World Lightwight Championship" di Manchester Arena, Inggris.
"Saya minta doa restu dan dukungan masyarakat Indonesia agar bisa meraih kemenangan dan membawa pulang kemenangan itu ke Tanah Air," kata petinju kelahiran Sukadana, Kalimantan Barat, 10 Juni 1987 itu.
Daud dan Anthony berusia sama, yaitu 31 tahun. Daud kelahiran 10 Juni 1987, sedangkan calon lawannya kelahiran 16 November 1986.
Anthony memiliki rekor bertarung 33 kali menang (13 diantaranya dengan KO), seri tiga kali, dan kalah enam kali. Sedangkan Daud memiliki rekor bertarung 38 kali menang (26 diantaranya dengan KO) dan tiga kali kalah.
Daud menjalani pertarungan terakhir pada 23 April 2018 saat mengalahkan petinju tuan rumah Pavel Malikov dengan KO pada ronde kedelapan di DIVS Ekaterinburg, Rusia.
Sedangkan Crolla menjalani pertarungan terakhir setelah menang atas Edson Ramirez (Meksiko) di Inggris, 31 Maret 2018.
“Untuk menghadapi petinju seperti itu, saya akan menerapkan strategi langsung menekan lawan sejak ronde-ronde awal dan berusaha tidak memberi ruang kepada lawan untuk melancarkan pukulan," kata Daud.
Editor: Abdul Haris