Jonatan Christie Bongkar Penyebab Tersingkir dari Japan Open 2026, Shuttlecock Jadi Biang Keladi
Pada gim pertama, Jonatan sebenarnya tampil menjanjikan. Dia sempat unggul 5-0 dan mempertahankan keunggulan hingga 7-4. Namun, Panitchaphon bangkit dengan merebut tujuh poin beruntun hingga membalikkan keadaan sebelum interval.
Selepas jeda, Jonatan sempat memangkas ketertinggalan melalui tiga poin berturut-turut. Meski begitu, Panitchaphon tetap mampu menjaga ritme permainan dan menutup gim pertama dengan kemenangan 21-16.
Memasuki gim kedua, Jonatan kembali berada dalam tekanan. Dia langsung tertinggal 0-4 dan hanya mampu mendekat hingga skor 2-4. Setelah itu, Panitchaphon terus menjaga keunggulan sehingga Jonatan kesulitan mengejar.
Jonatan mengakui reaksi dan adaptasinya pada gim kedua berjalan terlambat. Kondisi tersebut membuat setiap momentum yang berhasil dia ciptakan tidak cukup untuk membalikkan keadaan.
"Bisa dibilang juga saya terlambat bereaksi dan beradaptasi terutama di gim kedua. Sempat ambil beberapa poin beruntun, tetapi sudah terlalu jauh beda jaraknya, cukup sulit untuk untuk mengejar. Hari ini Panitchapon juga bermain lebih agresif," jelas kampiun All England 2024 itu.
Kemenangan ini sekaligus menjadi ajang balas dendam Panitchaphon setelah sebelumnya kalah dari Jonatan pada semifinal Indonesia Open 2026 melalui pertarungan tiga gim. Hasil tersebut membuat rekor pertemuan keduanya kini menjadi imbang 1-1.
Tersingkirnya Jonatan membuat sektor tunggal putra Indonesia kini hanya menyisakan dua wakil di Japan Open 2026, yakni Alwi Farhan dan Moh Zaki Ubaidillah. Keduanya kini menjadi harapan Merah Putih untuk melanjutkan perjuangan di turnamen BWF Super 750 tersebut.
Editor: Reynaldi Hermawan