Kimi Antonelli Juara Dunia F1 2026 di Usia 20 Tahun, Pecahkan Rekor Sebastian Vettel!
MEXICO CITY, iNews.id - Kimi Antonelli mencetak sejarah dengan merebut gelar juara dunia Formula 1 (F1) 2026 pada Grand Prix Meksiko. Pembalap Mercedes itu menjadi juara dunia termuda dalam sejarah F1 pada usia 20 tahun setelah menuntaskan balapan di posisi ketiga, di belakang Max Verstappen dan Lewis Hamilton.
Antonelli tak kuasa menahan air mata setelah memastikan gelar juara dunia pertamanya. Pencapaian tersebut terasa istimewa karena dia baru menjalani musim kedua di ajang balap mobil paling bergengsi di dunia.
Pembalap asal Italia itu sekaligus mengakhiri penantian panjang negaranya. Dia menjadi pembalap Italia pertama yang meraih gelar juara dunia F1 sejak Alberto Ascari melakukannya pada 1953, atau setelah 73 tahun.
Momen menjelang balapan di Meksiko juga memperlihatkan sisi lain Antonelli. Pesan dari bintang tenis Jannik Sinner, mantan gurunya, serta foto teman-teman sekolahnya ditampilkan di layar. Tayangan tersebut mengingatkan publik pada perjalanan seorang pembalap muda yang belum lama meninggalkan bangku sekolah.
Antonelli lahir di Bologna pada 25 Agustus 2006. Saat Sebastian Vettel merebut gelar juara dunia termuda pada 2010 dalam usia 23 tahun, Antonelli masih berusia empat tahun dan bermain dengan mobil-mobilan.
Kini, dia justru melampaui pencapaian Vettel dengan selisih usia tiga tahun. Antonelli juga menjadi salah satu pembalap termuda yang mampu menaklukkan persaingan ketat F1 setelah mengoleksi 10 kemenangan sepanjang musim 2026.
Perjalanan Antonelli menuju puncak tidak berlangsung tanpa keraguan. Sebelum menjalani debut bersama Mercedes pada 2025, sejumlah pihak menilai dia terlalu muda dan belum memiliki pengalaman memadai untuk bersaing di level tertinggi.
Faktanya, Antonelli bahkan baru memperoleh surat izin mengemudi beberapa pekan sebelum melakoni debut F1. Namun, dia mampu menjawab kritik dengan penampilan konsisten dan minim kesalahan hingga akhirnya mengamankan gelar juara dunia.
Kecintaan Antonelli terhadap dunia balap sudah tumbuh sejak kecil. Ayahnya, Marco, memperkenalkan dia kepada gokart ketika berusia lima tahun. Sejak itu, perjalanan menuju Formula 1 mulai terbentuk.
Dia juga tumbuh dengan mengidolakan Ayrton Senna. Antonelli kerap menyaksikan rekaman balapan legenda Brasil tersebut dan kemudian mendapat perbandingan dengan sang juara dunia tiga kali berkat kemampuan serta ketenangannya di lintasan.
Di luar arena balap, Antonelli selama ini tinggal di San Marino, negara kecil yang berada di dalam wilayah Italia dan berjarak sekitar 80 mil dari Bologna. Dia mengaku masih bisa mengunjungi supermarket, pub, hingga tempat boling tanpa terus-menerus diganggu penggemar.
Namun, statusnya sebagai juara dunia F1 diperkirakan mengubah kehidupan sehari-harinya. Namanya semakin dikenal setelah mencatat kemenangan sensasional dari posisi ke-19 pada Grand Prix Italia September 2026.
Kemenangan tersebut menjadikannya pembalap Italia pertama yang memenangi GP Italia sejak 1966. Hasil itu sekaligus memperkuat posisinya sebagai penerus tradisi juara dunia Italia setelah Alberto Ascari.
Sebelum mencapai puncak, Antonelli juga sempat mendapat kesempatan bertemu Lewis Hamilton. Pembalap Inggris itu pernah memberikan tanda tangan kepada Antonelli ketika dia masih kecil. Kini, Hamilton justru menyaksikan pembalap muda tersebut mengikuti jejaknya sebagai juara dunia.
Gelar juara dunia Antonelli dipastikan setelah balapan GP Meksiko berlangsung penuh insiden. Pada putaran pertama, Charles Leclerc berhasil menyalip Hamilton di Tikungan 4. Namun, keduanya bersenggolan dalam perebutan posisi hingga Leclerc melebar melewati rumput.
Hamilton kemudian kehilangan posisi kedua setelah disalip Max Verstappen saat keluar tikungan. Pembalap Mercedes itu juga sempat keluar lintasan dalam persaingannya dengan rekan setimnya, Leclerc.
Hamilton meluapkan kekesalannya melalui radio tim. Dia merasa dirugikan oleh manuver rekan setimnya tersebut.
"Disingkirkan oleh rekan setim saya sendiri," kata Hamilton melalui radio tim.
Insiden itu kemudian diperiksa steward. Leclerc yang memimpin balapan akhirnya mendapat hukuman penalti lima detik. Di tengah kekacauan pada putaran awal, Isack Hadjar juga sempat berputar sebelum kembali melanjutkan balapan, sedangkan George Russell dijatuhi penalti 10 detik karena menyebabkan tabrakan.
Antonelli mampu menjaga posisinya di urutan keempat pada awal lomba. Dia juga berada di depan Russell sehingga tetap memiliki peluang besar untuk mengamankan hasil penting dalam perebutan gelar.
Balapan sempat memasuki periode Virtual Safety Car setelah dua mobil Aston Martin tidak bisa melanjutkan lomba. Mobil Lance Stroll bahkan harus didorong menjauh dari lintasan karena berhenti di posisi yang tidak aman.
Sementara Leclerc terus melaju di depan, Hamilton kembali menyampaikan protes melalui radio tim. Dia menilai keputusan steward menguntungkan pembalap Ferrari tersebut.
"Para steward pada dasarnya memberikan kemenangan ini kepada Charles. Kami sudah menyepakatinya dalam pengarahan pembalap," ujar Hamilton.
Leclerc dan Verstappen masuk pit pada putaran ke-28. Verstappen kembali ke lintasan di posisi kelima, satu tingkat di depan Leclerc. Hamilton kemudian menyusul masuk pit untuk mengganti ban.
Drama semakin besar pada putaran ke-46 ketika balapan dihentikan sementara dengan red flag. Valtteri Bottas mengalami kecelakaan hebat setelah suspensi mobil Cadillac miliknya mengalami kegagalan hingga menghantam pembatas lintasan pada kecepatan 320 kilometer per jam.
Beruntung, Bottas mampu keluar dari mobil dan memberikan isyarat jempol kepada petugas. Meski terlihat terguncang, pembalap Finlandia itu dilaporkan tidak mengalami cedera serius. Petugas kemudian memperbaiki pembatas lintasan sehingga balapan tertunda sekitar setengah jam.
Safety Car kembali dikerahkan pada putaran ke-59 setelah pembalap muda Inggris, Arvid Lindblad, mengalami kecelakaan dan tidak bisa melanjutkan lomba.
Setelah balapan dimulai kembali, Verstappen mampu mempertahankan posisinya. Hamilton yang berada di urutan kedua terus membuntuti pembalap Red Bull tersebut, sementara Antonelli menjaga posisi ketiga hingga garis finis.
Verstappen akhirnya memenangi GP Meksiko, disusul Hamilton di posisi kedua dan Antonelli di urutan ketiga. Meski tidak menjadi pemenang balapan, hasil tersebut cukup bagi Antonelli untuk mengunci gelar juara dunia F1 2026.
Podium bersama dua juara dunia senior itu menjadi penanda lahirnya era baru di Formula 1. Pada usia 20 tahun, Antonelli resmi menempatkan namanya dalam sejarah sebagai juara dunia termuda dan pembalap Italia pertama yang meraih gelar sejak 1953.
Editor: Reynaldi Hermawan