Struktur Lapangan SUGBK Diperkuat, Markas Timnas Indonesia Makin Canggih
JAKARTA, iNews.id - Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) mulai menjalani penguatan struktur lapangan atau Field of Play (FOP) untuk meningkatkan daya dukung terhadap berbagai kegiatan berskala besar, termasuk konser musik internasional. Proyek yang digarap Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) ini ditargetkan rampung pada November 2026.
Penguatan tersebut menjadi langkah GBK menghadapi perkembangan penyelenggaraan acara global. Salah satu pertimbangannya adalah tren konser musik yang menggunakan panggung utama di tengah lapangan atau konsep center stage. Model panggung ini membutuhkan daya dukung struktur yang lebih besar karena melibatkan beban panggung dan peralatan produksi dalam jumlah masif.
Saat ini, kapasitas daya dukung lapangan SUGBK berada di kisaran 150–200 kilogram per meter persegi. Beban produksi konser yang melampaui kemampuan struktur eksisting berpotensi merusak lapisan bawah lapangan, mengganggu elevasi drainase, hingga memicu genangan air. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi kerataan permukaan lapangan.
Karena itu, PPKGBK menjalankan program perkuatan struktur sekaligus revitalisasi FOP. Upaya ini ditujukan untuk menjaga kualitas lapangan agar tetap memenuhi kebutuhan pertandingan olahraga, sekaligus mendukung penyelenggaraan acara nonolahraga berskala internasional.
Direktur Utama PPKGBK, Rakhmadi A. Kusumo, mengatakan penguatan struktur menjadi bagian dari investasi jangka panjang untuk mempertahankan kualitas dan keamanan fasilitas stadion.