Komentar Dejan/Apriyani usai Tembus Final Pontianak International Challenge 2026
"Saya rasa di game pertama kondisi lapangan ada perbedaan, kondisi bola tadi agak berat jadi butuh adaptasi dulu dan serangan mereka cukup kuat jadi kami mengalami sedikit kesulitan di awal tapi kami berusaha cari cara dan celah akhirnya game kedua dan ketiga kami bisa unggul," sambungnya.
Apriyani juga merasakan kendala serupa. Shuttlecock yang bergerak lebih lambat membuat pasangan anyar tersebut belum mendapatkan feeling permainan sejak gim pembuka.
"Kami merasa shuttlecocknya agak lambat, jadi di game pertama belum dapat feelingnya. Akhirnya game kedua kami coba ubah pola main sesuai instruksi pelatih dan komunikasi dengan baik akhirnya kami bisa unggul sampai game ketiga," kata Apriyani.
Perubahan strategi mulai terlihat pada gim kedua. Dejan/Apriyani mampu membaca serangan lawan dengan lebih baik dan bermain lebih siap. Mereka kemudian merebut gim kedua dengan skor 21-10 untuk memaksakan rubber game.
Momentum tersebut terus berlanjut ke gim penentuan. Dejan/Apriyani kembali mengontrol permainan dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 21-10 pada gim ketiga.