Komentar Haru Fajar/Fikri usai Juara China Open 2026, Singgung Kegagalan di Indonesia Open
Sempat Terpukul di Indonesia Open
Fajar mengakui laga final berjalan sangat berat. Kim Won Ho/Seo Seung Jae tampil habis-habisan sebagai pasangan peringkat satu dunia, sementara kondisi fisik Fajar/Fikri sudah menurun setelah menjalani dua turnamen berturut-turut.
"Pertandingan tadi memang tidak mudah melawan ganda nomor satu dunia. Mereka bermain habis-habisan dan berani mencoba semuanya. Kami sebenarnya sudah kehabisan tenaga setelah dua minggu yang sangat melelahkan, tetapi kami terus mencari cara untuk memenangkan pertandingan. Saya berterima kasih kepada Fikri yang sudah menutup semua area lapangan," katanya.
Fajar kemudian mengungkapkan gelar ini menjadi jawaban atas kekecewaan yang mereka rasakan setelah gagal memenuhi harapan publik pada Indonesia Open 2026. Kekalahan di turnamen kandang justru menjadi bahan bakar untuk bangkit.
"Hasil yang tidak maksimal di Indonesia Open, di kandang sendiri, membuat kami terpukul. Dari situ muncul motivasi untuk menjawab semua keraguan," tegasnya.
Dia berharap keberhasilan ini bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan sektor ganda putra Indonesia. Menurutnya, semakin banyak pasangan Indonesia yang mampu menembus papan atas dunia, semakin besar pula peluang meraih prestasi di berbagai turnamen internasional.