Krisis Timur Tengah Mengancam Kalender F1 2026: GP Bahrain dan Arab Saudi Bisa Batal!
Bahrain dan Saudi Arabia pernah menghadapi ancaman pembatalan sebelumnya. Pada 2011, protes anti-pemerintah di Bahrain menewaskan setidaknya 182 orang, memaksa FIA menunda atau membatalkan balapan.
F1 Powerboat hingga Maraton Dunia, Sport Tourism Indonesia Masuk Babak Baru
Sementara, Grand Prix Saudi 2022 hampir terganggu setelah depot minyak 12 mil dari sirkuit diserang oleh kelompok pemberontak Yaman. Max Verstappen bahkan sempat menanyakan melalui radio tim apakah mobilnya terbakar karena bau asap yang terasa di sirkuit.
Para pembalap dan tim kemudian melakukan diskusi panjang mengenai keselamatan. Grand Prix Drivers’ Association menyatakan: “Sulit tetap fokus sebagai pembalap melihat asap dari kejadian itu. Kami berdiskusi panjang dengan tim dan otoritas F1, termasuk pejabat Saudi yang menjelaskan langkah keamanan maksimum. Akhirnya, kami memutuskan tetap berlatih, kualifikasi, dan balapan seperti yang dijadwalkan.”
Kembangkan Mobil Balap F1, McLaren Kolaborasi Motul Mulai Musim 2026
Kondisi ini menegaskan bahwa risiko geopolitik kini menjadi bagian nyata yang bisa mempengaruhi kalender F1, bukan sekadar isu di atas kertas. Bahrain dan Saudi Arabia menjadi ujian besar bagi keamanan balapan internasional.
Jika ketegangan meningkat, F1 harus menyiapkan skenario darurat. Dampaknya tidak hanya bagi tim dan pembalap, tetapi juga sponsor, penyelenggara, dan jutaan penonton global yang mengikuti balapan di Timur Tengah.
Formula 1 2026 kini berada di persimpangan, memulai musim dengan penuh euforia di Melbourne, atau menghadapi ketidakpastian besar di Bahrain dan Saudi Arabia, yang bisa menjadi cerita krusial pertama musim ini.
Editor: Reynaldi Hermawan