Legenda MotoGP Sebut Marc Marquez Masalah Terbesar Ducati
Di sisi lain, Vermeulen menilai Ducati mengalami penurunan kekuatan bukan semata-mata karena performa motor. Dia melihat persoalan utama justru datang dari kondisi para pembalap, terutama Marc Marquez yang belum berada dalam kebugaran terbaik.
"Saya pikir masalah terbesar Ducati tahun ini adalah Marc (Marquez) tidak dalam kondisi fisik prima, meskipun dia mulai pulih," tutur Vermeulen.
Menurut dia, Ducati sebenarnya masih memiliki potensi besar untuk bersaing jika melihat performa Fabio Di Giannantonio dan Alex Marquez ketika berada dalam kondisi terbaik. Namun, situasi Francesco Bagnaia justru menjadi tanda tanya besar sepanjang musim ini.
"Kecepatan Diggia (Fabio Di Giannantonio) dan Alex (Marquez), ketika dia dalam kondisi fit, telah menunjukkan bahwa motor ini (sebenarnya) mampu. Pecco (Bagnaia) sedang kehilangan arah, saya tidak tahu apa yang terjadi di sana," tambahnya.
Saat ini Ducati tetap menjadi pabrikan yang paling dekat menempel Aprilia dalam persaingan klasemen. Marc Marquez berada di posisi keempat dengan koleksi 200 poin, hanya terpaut sedikit dari tiga pembalap Aprilia di atasnya.
Fabio Di Giannantonio dari Pertamina Enduro VR46 Racing Team juga terus menjaga tekanan untuk Ducati. Dia menempati peringkat kelima klasemen sementara dengan raihan 199 poin, hanya terpaut satu angka dari Marc Marquez.
Persaingan MotoGP 2026 masih menyisakan sejumlah seri penting. Namun, setelah 13 balapan, Chris Vermeulen melihat Aprilia telah membangun keunggulan melalui RS-GP26, sedangkan Ducati masih berupaya mengatasi persoalan performa para pembalapnya demi mengejar dominasi tim asal Noale tersebut.
Editor: Reynaldi Hermawan