Lepas dari Bayang-Bayang Marc Marquez, Luca Marini Kini Mulai Didengarkan Honda
TOKYO, iNews.id – Luca Marini akhirnya merasakan perubahan besar di Honda setelah dua musim berada di tim pabrikan Jepang tersebut. Untuk pertama kalinya sejak kedatangannya sebagai pengganti Marc Marquez, Marini menegaskan masukan teknisnya kini benar-benar diikuti oleh para insinyur Honda.
Marini direkrut Honda untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Marc Marquez pada 2024. Namun musim debutnya jauh dari kata ideal. Dia hanya mengumpulkan 14 poin sepanjang MotoGP 2024 dan menjadi sorotan karena tak mampu mendekati performa Marquez yang sebelumnya begitu mendominasi.
Perubahan drastis terjadi pada MotoGP 2025. Marini memperlihatkan lonjakan performa dengan menutup musim di posisi ke-13 klasemen dengan 142 poin. Catatan itu jauh lebih baik dibanding rekan setimnya, Joan Mir, yang finis di peringkat 15 dengan 96 poin.
Marini menyebut musim 2025 sebagai titik balik karena Honda kini mulai mempercayai analisis dan arah pengembangan yang dia berikan. Hal tersebut berbeda dengan musim debutnya, ketika posisinya belum sepenuhnya diterima sebagai pengganti pembalap berstatus juara dunia.
Luca Marini Pede Tatap MotoGP Australia 2025, Bawa Modal Positif dari Mandalika
“Saya rasa sekarang mereka sudah mempercayaiku. Jadi setiap kali saya berbicara, mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga melakukan apa yang saya minta,” kata Marini, dilansir dari Crash, Minggu (30/11/2025).
Luca Marini Sebut Sirkuit Mandalika Jadi Biang Keladi Cedera Horor Marc Marquez
Dia memahami bahwa pada awalnya Honda memerlukan waktu untuk benar-benar memercayainya karena tim terbiasa bekerja dengan Marquez selama bertahun-tahun.
“Karena saya adalah orang baru di sini… Mereka sebelumnya bersama Marc, memenangkan banyak hal, jadi situasinya berbeda ketika saya datang — tanpa cukup gelar untuk menjadi pembalap nomor satu di tim pabrikan Honda,” sambungnya.
Luca Marini Tercepat di FP1 MotoGP Mandalika 2025
Namun kepercayaan itu mulai tumbuh seiring meningkatnya performa dan hasil tes yang positif.
“Tapi setelah beberapa tes, beberapa GP, mereka mulai mempercayaiku. Saya rasa saya punya beberapa kualitas, dan mereka memahami bahwa mengikuti arah dan feedback dariku adalah kunci,” terang dia.
Marini menegaskan bahwa proses membangun kepercayaan membutuhkan waktu lama, terutama di tim sekelas Honda yang sangat kompetitif dan memiliki standar kemenangan tinggi. Namun kini dia optimistis menghadapi MotoGP 2026.
“Butuh waktu. Saya rasa di setiap tim memang begitu. Namun di Honda lebih lagi. Mereka terbiasa menang di setiap GP. Sekarang kami memulai dari bawah, tetapi targetnya adalah kembali dan bertarung untuk kemenangan mulai musim depan,” pungkas Marini.
Editor: Abdul Haris