Magelang Jadi Penutup Festival SenengMinton 2025, Optimisme Regenerasi Atlet Bulutangkis Muda
Ketua Umum Pengprov PBSI Jawa Tengah, Basri Yusuf, menilai penyelenggaraan di lima kota mendapat antusiasme tinggi dari peserta, guru, dan orang tua.
Ratusan siswa-siswi menyemarakkan gelaran terakhir Festival SenengMinton di Kota Sejuta Bunga, menjadi dorongan optimisme dalam menjaga mata rantai regenerasi atlet bulutangkis di Jawa Tengah.
“Antusiasme para peserta untuk berkenalan dengan olahraga bulutangkis sangat luar biasa. Ini merupakan impian kami, karena selama ini pembinaan dilakukan oleh klub, sekarang kami bisa menjamah banyak sekolah. Hal ini adalah kesempatan bagus untuk menjaring atlet berbakat sejak dini, karena kita berharap mata rantai regenerasi atlet bulutangkis tidak terputu," kata Basri.
"Harapan kami, dari ribuan siswa yang telah menjajal permainan di Festival SenengMinton, banyak yang kemudian menekuni dunia bulutangkis. Selanjutnya, kami akan lebih sering menggalakkan kegiatan seperti ini dan mendorong sekolah untuk menciptakan ekstrakurikuler bulutangkis sehingga minat dan kemampuan siswa terakomodir,” ucapnya.
Festival SenengMinton Magelang 2025 menggunakan sistem perorangan dengan penilaian berdasarkan catatan waktu tercepat. Untuk peserta kelas 3, terdapat lima rintangan: Service to Target, Shuttle Run, Pyramid Shuttlecock, Throwing The Shuttlecock, dan Zig Zag Run. Kelas 1 dan 2 tidak mengikuti Service to Target.