Marc Marquez di Ambang Sejarah, Bisa Rebut Gelar Terakhir Era 990cc
Márquez memiliki catatan kuat ketika sudah berhasil merebut posisi teratas klasemen. Pada 2013, momentum tersebut mulai terbentuk di Sachsenring. Setahun kemudian, dia memimpin sejak awal hingga akhir musim.
Pada 2016, Márquez kembali menguasai persaingan setelah Catalunya. Musim 2017 menjadi salah satu periode paling sulit, tetapi dia bangkit sejak Misano dan mempertahankan posisi terdepan hingga akhir. Pada 2018 dan 2019, dia juga memimpin sejak Jerez hingga penghujung musim. Tahun lalu, Márquez kembali mengambil alih klasemen di Le Mans dan tidak melepaskannya.
Namun, persaingan MotoGP 2026 masih jauh dari selesai. Masih ada delapan Grand Prix yang dijadwalkan, atau tujuh jika Grand Prix Qatar akhirnya dipastikan batal.
Sejumlah sirkuit juga disebut kurang menguntungkan bagi Márquez, termasuk Indonesia, Malaysia, Qatar, dan Portimao. Sebaliknya, ada empat sirkuit yang memberikan peluang besar bagi pembalap nomor 93 untuk memperlebar keunggulannya, dimulai dari Austria akhir pekan ini.
Márquez sendiri menilai para pembalap Aprilia belum akan menyerah dalam perebutan gelar. Dia juga mengingatkan panjangnya kompetisi MotoGP 2026 yang masih menyisakan banyak peluang perubahan.
“Saya rasa para pembalap Aprilia tidak akan menyerah, terutama dari seorang juara seperti Jorge Martín, dan Marco Bezzecchi, yang telah menunjukkan dirinya sangat cepat baik di Aragón maupun di sini, dan jika dia melakukan kesalahan, saya bisa melakukan kesalahan yang sama di lain waktu. Ini musim yang panjang; kita telah melihat apa yang terjadi dalam tujuh balapan terakhir, dan masih ada tujuh (jika Qatar dibatalkan) atau delapan balapan tersisa. Jika apa yang terjadi dalam tujuh balapan telah terjadi, bayangkan apa yang masih bisa terjadi di semua balapan yang tersisa," kata Marquez dikutip dari Mundo Deportivo.
Dengan persaingan Ducati dan Aprilia yang hanya dipisahkan dua poin di klasemen konstruktor, MotoGP 2026 masih menyimpan potensi perubahan besar. Namun, jika Márquez mampu mempertahankan momentumnya, dia berpeluang menutup era 990cc dengan gelar dunia sekaligus menambah satu lagi catatan bersejarah dalam kariernya.
Editor: Reynaldi Hermawan