Ni Nengah Widiasih Raih Medali Pertama Indonesia di Asian Para Games 2026, Berjuang di Tengah Cedera
Selain menghadapi kendala fisik, Widi juga melihat persaingan di kelasnya semakin ketat karena banyak atlet muda bermunculan. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi atlet senior yang telah berulang kali tampil di ajang internasional.
"Sekarang di kelas saya banyak sekali atlet muda. Saya dan atlet asal China rasanya sudah seperti legenda di antara mereka. Namun, saya bersyukur masih bisa menjaga performa dan bersaing dengan atlet-atlet muda ini," ungkapnya.
Widi juga memberi isyarat Asian Para Games 2026 kemungkinan menjadi penampilan terakhirnya di ajang tersebut. Untuk saat ini, dia memilih memprioritaskan pemulihan bahu dengan dukungan tim medis dan fisioterapis yang mendampinginya di Solo.
"Saya punya tim medis dan fisioterapis di Solo yang terus mendampingi pemulihan bahu saya. Target utama saya saat ini adalah fokus menyembuhkan cedera dan mengejar peringkat dunia agar bisa lolos ke Paralimpiade LA dua tahun lagi, yang kemungkinan akan menjadi Paralimpiade kelima sekaligus penutup karier saya," pungkasnya.
Selain Widi, Indonesia juga menurunkan Eliana pada nomor 41 kilogram putri. Namun, Eliana harus puas menempati peringkat keenam setelah mencatatkan angkatan terbaik 80 kilogram.