Pacuan Kuda Indonesia Bersiap Mendunia, IHR 2026 Hadir dengan Konsep Lebih Modern dan Profesional
Melalui pendekatan tersebut, IHR berusaha memperluas cerita di balik perlombaan. Performa kuda dan joki hingga karakter daerah yang menjadi lokasi event dapat diperkenalkan kepada penonton melalui produksi siaran yang lebih modern.
Dengan demikian, target yang dibawa menuju panggung global bukan hanya pertandingan pacuan kuda. IHR juga ingin memperkenalkan cerita mengenai tradisi, daerah, dan ekosistem yang berkembang di sekitar olahraga tersebut.
Direktur Komersial Sarga.co, Diana Airin, menegaskan modernisasi IHR tetap berjalan bersama penghormatan terhadap tradisi dan kearifan lokal.
“Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan IHR sepanjang 2026. Bagi kami, IHR bukan hanya mengenai siapa yang menjadi juara di lintasan, melainkan juga bagian dari perjalanan untuk membangun pacuan kuda Indonesia menjadi semakin profesional dan modern, sekaligus tetap menghargai tradisi dan kearifan lokal,” katanya.
Konsep tersebut terlihat dari pemilihan venue IHR di berbagai wilayah dengan latar budaya berkuda yang beragam. Lintasan di Jawa memiliki sejarah dan tradisi yang berbeda dengan pacuan kuda di Sumatera Barat maupun Sulawesi Utara.