PB Djarum Cari Berlian Muda! Audisi Umum 2025 Banjir Talenta
Ketua Tim Pencari Bakat Sigit Budiarto menjelaskan, sistem seleksi tahun ini masih mengadopsi dua terobosan penting dari tahun lalu: pengelompokan usia (U-11 dan KU-12) serta tahapan screening awal.
“Kami mencari 'berlian mentah' yang bisa kami poles. Kami tidak hanya mencari bibit unggul secara teknis, tapi juga mereka yang punya semangat, daya juang, dan karakter kuat. Inilah DNA juara yang kami cari," tutur Sigit.
Tahapan awal screening digelar dengan sistem gugur satu gim hingga poin ke-21 (tanpa deuce), lalu dilanjutkan tahap turnamen. Super Tiket diberikan untuk semifinalis putra dan finalis putri, yang kemudian masuk tahap karantina selama 4 minggu (13 September–11 Oktober 2025).
Koordinator tim pencari bakat sektor putra, Fung Permadi, menegaskan bahwa faktor fisik dan kecerdasan bermain jadi kunci utama dalam seleksi.
“Kami memperhatikan footwork, feel pukulan, kecerdasan di lapangan. Karena atlet cerdas bisa berkembang lebih cepat,” tegasnya.