PBSI Ubah Metode Promosi Degradasi di Pelatnas, Atlet Tanpa Prestasi Siap-Siap Didepak
"Jadi sistemnya enggak kayak dulu, nunggu setahun lagi untuk promosi degradasi. Enggak. Ini bisa kapan aja. Ini bisa kapan aja," ucap Taufik kepada awak media di Pelatnas PBSI Cipayung, dikutip Jumat (28/3/2025).
Indonesia Tanpa Gelar di All England 2025, PBSI Beri Respons Mengejutkan
"Bisa kapan aja. Kalau udah dikasih pertandingan, enggak ada hasilnya, cuman ngapain? Lebih baik kita majuin yang di sini. Apalagi dia orangnya udah lama di sini. Ngapain lagi mesti nunggu-nunggu lama? Buang-buang waktu," tambahnya.
Akan tetapi, keputusan untuk mendegradasi pemain juga akan mendapat pertimbangan matang dari pelatih. Ia ingin memastikan bahwa pemain yang ada di dalam pelatnas PBSI adalah pemain yang memiliki motivasi besar untuk mengejar prestasi.
Rehan Naufal Bongkar Perbedaan Mencolok di Dalam dan Luar Pelatnas PBSI
"Tapi itu juga dengan pertimbangan yang sangat matang dari pelatih. Yang memang harian, pelatih teknik, fisik, dengan data semuanya. Enggak asal masukin juga. Tapi lebih fleksibel. Biar regenerasinya jalan terus," sambung Taufik.
"Kalau enggak, udah tau jelek, ditahan terus. Nunggu tahun depan, lama banget. Sedangkan yang di luar, mau masuk. Udah bagus nih. Nunggu tahun depan dong. Enggak bisa," imbuhnya.
Hanya Raih 1 Gelar di Awal Tahun 2025, Bagaimana Evaluasi PBSI?
Selain itu, PBSI juga memastikan bahwa promosi pemain yang ada di luar pelatnas bisa terjadi kapan saja. Sehingga tidak lagi menunggu jangka waktu satu tahun untuk melakukan promosi pemain.
Editor: Abdul Haris