Pecahkan Rekor Bentang Jawa 87 Jam, Ini Rahasia Dzaki

Anindita Trinoviana · Jumat, 19 Agustus 2022 - 15:12:00 WIB
Pecahkan Rekor Bentang Jawa 87 Jam, Ini Rahasia Dzaki
Dzaki Wardhana #BJcap71, salah satu peserta Bentang Jawa 2022. (Foto: dok Bintang Toedjoe)

JAKARTA, iNews.id - Dzaki Wardhana #BJcap71, salah satu peserta event Bentang Jawa 2022 yang lolos seleksi beserta 70-an orang lainnya. Bentang Jawa adalah petualangan sepeda jarak jauh mandiri (unsupported ultra cycling race) dan navigasi mandiri melintasi Pulau Jawa, yang akan dimulai dari barat menuju timur.

Pesepeda dapat bersepeda sebagai individu (solo) atau tim berdua (pair). Tahun ini, event Bentang Jawa melintasi jarak 1.500 KM dengan 16.000 meter elevation gain yang harus ditempuh dalam waktu 156 jam. 

(Foto: dok Bintang Toedjoe)

Tahun sebelumnya 2021, Dzaki finish dengan catatan waktu 110 jam. Namun tahun ini, karena disponsori oleh salah satu merk nutrisi olahraga (Sportgel yang dapat meningkatkan performa saat melakukan long endurance) dia berhasil memecahkan rekornya sendiri menjadi 87 jam segaligus membawanya ke finisher pertama Bentang Jawa 2022.

Dia merasa senang dan cocok dengan brand yang mengendorse dirinya, “Saya kenal sportgel dari Pak Nanang dan juga dari teman saya yang ikut gowes Jakarta-Bali. Setelah saya coba rasanya enak, bener-bener menjadi booster untuk olahraga endurance, proven.”   

Race tahun ini cukup seru, sejak awal dia nyaris gagal mengikuti event ini karena ada miskomunikasi dengan panitia, lalu dia juga mengalami sering sakit saat latihan sebelum race, latihan yang kurang, kemudian drama kurang tidur menjelang start, kehujanan 5 sampai 6 jam saat race.

Hal tersebut mewarnai lika-likunya sebelum dan ketika race. Mencapai titik CP1, Dzaki masih memimpin klasemen dan dibayangi lawan-lawan tangguhnya #BJcap10 dan #BJcap24. 

Setelah CP 1, Dzaki kurang tidur, kehujanan, kaki keriput, dan butuh long sleep. Alhasil posisi terdepan disalip oleh lawannya #BJcap10 dan #BJcap24. Jarak semakin jauh tertinggal menjadi kurang lebih 150 kilometer dari posisinya.

Di hari ke-2 tersebut, dia istirahat dan melakukan refleksi sejak awal start. “Saya tidak perlu mengikuti gaya gowes orang lain, jadilah diri saya sendiri, beat myself up,” tuturnya. 

Pada hari ke-3 pagi, Dzaki nampak fit dan istirahat cukup. Ketika mau gowes tak lupa untuk konsumsi Sport Gel, sehingga dia memulainya dengan semangat.

Jarak dengan pimpinan 150 kilometer tak menjadi beban untuknya. Dia terus mengayuh pedalnya dan tak mengeluh. Terus menggowes, dia libas tanjakan ranupane dan turunannya yang sangat extreme, hingga jarak dengan pimpinan hanya tersisa 2 kilometer saja. Akhirnya, dia berhasil melibas #BJcap10 di KM 1326 sebelum finish.

(Foto: dok Bintang Toedjoe)

Sebuah perjuangan yang luar biasa, dia dedikasikan race dan juara tahun ini untuk almarhum ayahnya. Semangat, persisten, serta mental juara menjadi bahan bakar Dzaki untuk terus menjadi yang terbaik, tak ayal dia menamakan dirinya di Instagram dengan Dzaki_terbaik. “Karena nama Dzaki banyak, tapi saya ingin orang kenal saya sebagai Dzaki yang Terbaik,” katanya. 

Editor : Anindita Trinoviana

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda