Simon Tahamata, Pesepak Bola Berdarah Maluku yang Cium Trofi Liga Belanda dan Belgia
AMSTERDAM, iNews.id - Sosok Simon Tahamata menarik diulas. Dia adalah pesepak bola Belanda berdarah Maluku yang berhasil cium trofi Liga Belanda dan Belgia.
Simon mengawali kariernya di akademi Ajax Amsterdam pada 1971 saat usianya masih 15 tahun. Dia berhasil tembus tim senior empat tahun kemudian.
Pemain yang diplot sebagai winger kiri itu tampil tokcer bersama Ajax Amsterdam. Dikutip dari laman Transfermarkt, Simon mencetak 17 gol dan 33 assist dari 148 pertandingan.
Dia membawa Ajax juara Liga Belanda 1976/1977, 1978/1979 dan 1979/1980. Setelahnya Simon gabung ke Klub Belgia, Standard Liege pada 1980.
5 Fakta Lionel Messi Pemain Terbaik FIFA 2022, Pidato La Pulga Bikin Ngakak
Simon tak kehilangan magisnya di sana. Dia kembali berhasil membawa klubnya juara Liga Belgia 1981/1982 dan 1982/1983.
Setelahnya Simon kembali ke Belanda dan gabung Feyenoord pada 1984. Dia memperkuat klub berjuluk De Stadionclub itu sampai 1987.
FIFA FIFPro World XI 2022: Ronaldo Dicoret, Messi dan Mbappe Pimpin Serangan
Kemudian Simon kembali bermain di Belgia bersama AC Veerschot, dan akhirnya pensiun ketika membela Germinal Ekeren. Di level internasional, dia membuat 22 penampilan untuk Timnas Belanda.
Senyum Lionel Messi Angkat Trofi Pemain Terbaik FIFA 2022
Simon sempat merasakan jadi rekan setim trio Belanda Ruud Gullit, Frank Rijkaard dan Marco van Basten di Kualifikasi Euro. Sayangnya dia tidak pernah masuk skuad utama De Oranje di ajang-ajang besar seperti Euro dan Piala Dunia.
Laman Transfermarkt mencatat kini Simon didapuk sebagai Pelatih Teknik tim muda Ajax. Dia juga sempat pulang ke Indonesia pada 2010 karena prihatin dengan sepak bola Maluku.
Daftar Lengkap Peraih Penghargaan The Best FIFA Football Awards 2022: Messi Terbaik, Argentina Borong Piala
"Beta prihatin karena pastinya pembinaan kepada pemain junior kurang optimal dengan dampak pesepak bola Ambon tidak bisa mengikuti kompetisi Liga Indonesia sebagaimana jadwal PSSI," kata Simon dikutip dari Antara.
Editor: Reynaldi Hermawan