Taklukkan Shapovalov, Nadal Bawa Spanyol Juara Piala Davis 2019

Abdul Haris ยท Senin, 25 November 2019 - 06:27 WIB
Taklukkan Shapovalov, Nadal Bawa Spanyol Juara Piala Davis 2019

Petenis Spanyol Rafael Nadal berswafoto bersama rekan satu timnya setelah mengalahkan Kanada untuk menjuarai Piala Davis 2019 di di La Caja Magica, Madrid, Senin (25/11/2019) dini hari WIB. (Foto: AP)

MADRID, iNews.id – Kemenangan Rafael Nadal atas wakil Kanada Denis Shapovalov menentukan sukses Spanyol menjuarai Piala Davis 2019, Senin (25/11/2019) dini hari WIB. Pada duel di La Caja Magica, Madrid, itu, Nadal menang 6-3, 7-6 (9-7) untuk mengamankan gelar Piala Davis keenam bagi negaranya.

Satu poin Spanyol lainnya disumbang Roberto Bautista Agut yang kembali masuk tim setelah sempat pulang karena ayahnya tutup usia. Bautista mengalahkan Felix Auger-Alissime 7-6, (7-3), 6-3.

Kelima anggota skuat Spanyol memainkan peran masing-masing selama seminggu ini, tetapi upaya kolosal Nadal di depan para pendukung tuan rumah membuktikan perbedaannya.

Petenis 33 tahun itu melawan lelahnya setelah memainkan laga di hari keempat beruntun. Dia mampu memaksimalkan set point pada tiebreak set kedua sebelum mengamankan kemenangan ke-29 secara beruntunnya pada kategori tunggal Piala Davis.

Dia juga memenangkan seluruh dari delapan rubber, termasuk dua di tunggal dan ganda dalam kemenangan berdenyut atas Inggris pada hari Sabtu dan kemudian pertandingan menentukan yang merebut gelar melawan Shapovalov.

“Saya memainkan salah satu lawan terberat pada akhir pekan yang panjang dan sulit, secara fisik juga karena saya memasukkan seluruh peristiwa ini ke seluruh energi yang saya miliki di dalam diri saya," kata Nadal, dikutip AFP.

“Jujur itu adalah akhir yang sempurna untuk musim ini bagi kita semua. Kami tahu betapa sulitnya memenangkan ini dan betapa sulitnya untuk memenangkannya lagi. Kami tahu kami harus mengubah peluang ini,” ucapnya.

Piala Davis dengan format baru menampilkan 18 tim yang bermain dalam ajang selama sepekan di Madrid, dengan fase round robin diikuti fase gugur. Pada sistem yang lama, tim-tim bermain dengan sistem kandang-tandang sepanjang tahun.

Nadal melanjutkan dominasinya tidak pernah kalah pada pertandingan kategori tunggal di Piala Davis sejak 2004.

Prestasinya itu meneruskan pesonanya setelah menjuarai Prancis Terbuka dan AS Terbuka tahun ini. Dia mendominasi set pertama sebelum Shapovalov bangkit dan memaksakan tiebreak di set kedua.

Lawannya yang masih berusia muda, 20, itu sempat menggagalkan dua match point dengan pukulan winner beruntun, dan mendapatkan satu set poin. Namun, akhirnya pukulan forehand-nya mengenai net.

Momentum itu membuat Nadal tersungkur merayakan kemenangan. Rekan setimnya berhamburan memeluknya.

“Pekan yang luar biasa, banyak hal yang kami lalui. Ayah Roberto meninggal. Banyak hal yang terjadi. Saya sangat gembira. Ini momen yang tidak dapat dilupakan di stadion luar biasa ini. Kami sangat berterima kasih kepada para penonton. Semangat tim kami membara,” ujarnya.


Editor : Abdul Haris