Taktik Licik Marc Marquez di Kualifikasi MotoGP Portugal Bikin Joan Mir Naik Pitam

M Mirza ยท Minggu, 18 April 2021 - 15:30:00 WIB
Taktik Licik Marc Marquez di Kualifikasi MotoGP Portugal Bikin Joan Mir Naik Pitam
Pembalap Repsol Honda Marc Marquez. (Foto: Motor Sport Magazine)

PORTIMAO, iNews.id - Pembalap Repsol Honda Marc Marquez disebut memakai taktik licik saat kualifikasi MotoGP Portugal, Sabtu (17/4/2021) malam WIB. Hal itu bikin sang juara bertahan Joan Mir murka.

Marquez baru kembali mengaspal setelah hampir 10 bulan menepi akibat cedera lengan. Rider asal Spanyol itu bisa langsung kompetitif saat kualifikasi.

Dia merebut tempat keenam setelah mencatat waktu 1 menit dan 39,121 detik. Meski baru turun lagi, dia lebih cepat dibanding Mir yang ada diposisi sembilan dengan torehan 1 menit dan 39,398 detik.    

Hanya saja, pencapaian Marquez membuat Mir marah. Pembalap Suzuki Ecstar itu kesal karena taktik slipstream yang digunakan rivalnya saat kualifikasi.

Slipstream adalah manuver pembalap mengikuti pembalap di depannya dengan jarak yang cukup dekat. Dengan jarak yang dekat dengan pembalap di depannya, pembalap akan diuntungkan karena tidak menerima gaya negatif dari gesekan udara yang menghambat laju pembalap.

Taktik slipstream dipakai Marquez pada qualifikasi pertama atau Q1. Mir awalnya mengikuti Marquez, tetapi dipaksa untuk menyalip ditikungan sembilan.

Ini memungkinkan Marquez untuk membuntuti Mir dan menggunakannya untuk meraih catatan waktu yang maksimal. Pembalap berusia 28 tahun itu akhirnya menguasai Q1 setelah menyelesaikan semua lap.  

Sementara Mir melanjutkan hingga Q2 dimana akhirnya hanya menempati posisi sembilan, tiga grid dibelakang Marquez. Hal tersebut yang membuatnya jengkel.

"Kami tahu bahwa Marc Marquez suka melakukan hal-hal ini. Hari ini dia melakukannya dengan saya dan di lain waktu dia melakukannya dengan orang lain. Dia suka tertinggal dalam kualifikasi dan memainkan permainan ini," kata Mir, dilansir autosport.

“Di Moto3 dia bisa mendapat penalti, dan begitulah adanya. Saya menempuh jalan saya sendiri, itu tidak membuat saya gugup. Saya tetap melakukan waktu saya. Saya memberi 100% dan begitulah adanya. Tapi jika kami memainkan permainan itu, dia akan berada jauh di depan,” lanjutnya.

Editor : Reynaldi Hermawan

Halaman : 1 2