Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemhan Afghanistan Klaim Hancurkan Pangkalan Militer Pakistan
Advertisement . Scroll to see content

Tanpa Atletnya, Bendera Afghanistan Tetap Berkibar di Upacara Pembukaan Paralimpiade Tokyo 2020

Rabu, 25 Agustus 2021 - 10:15:00 WIB
Tanpa Atletnya, Bendera Afghanistan Tetap Berkibar di Upacara Pembukaan Paralimpiade Tokyo 2020
Bendera Afghanistan dikibarkan di acara pembukaan Paralimpiade Tokyo 2020, Selasa (24/8/2021). (Foto: REUTERS/Marko Djurica)
Advertisement . Scroll to see content

TOKYO, iNews.id – Aksi penghormatan dan kemanusiaan tersaji pada upacara pembukaan Paralimpiade Tokyo 2020, Selasa (24/8/2021). Aksi itu berupa pawai dan pengibaran bendera Afghanistan meski tak ada satu pun atlet mereka yang dapat tampil di ajang ini.

Ya, sebagaimana diketahui, Afghanistan tengah berada di situasi genting. Kelompok Taliban setelah 20 tahun berdiam diri, kembali berusaha berkuasa seusai pengumuman Amerika Serikat menarik diri dari negara tersebut.

Krisis kemanusiaan di sana berkembang beriringan dengan berjatuhannya korban jiwa. Bahkan dilaporkan hampir seluruh keluarga memilih untuk berdiam diri di rumah demi menjaga nyawanya tetap aman.

Tak terkecuali atlet-atlet lokal yang tadinya sempat diproyeksikan tampil di Paralimpiade Tokyo 2020. Sebut saja dua atlet yakni Zakia Khudadadi dari cabang olahraga Taekwondo dan Hossain Rasouli pelempar cakram.

Berdasarkan laporan dari laman Fox Sports, Khodadadi akan menjadi wanita pertama yang mewakili Afghanistan di Paralimpiade. Namun pekan lalu, dia mengirimkan video yang mengatakan terpenjara di dalam rumah di Ibu Kota Afghanistan, Kabul.

Imbas hal ini, Komite Paralimpiade Internasional (IPC) mengonfirmasi kedua atlet tersebut tidak dapat melakukan perjalanan ke Jepang. Mereka terpaksa menetap di negaranya dan menyelamatkan diri.

“Sayangnya NPC (Komite Paralimpik Nasional) Afghanistan tidak akan lagi berpartisipasi dalam Paralimpiade Tokyo 2020,” kata juru bicara IPC, Craig Spence, dikutip pada Rabu (25/8/2021).

"Karena situasi serius yang sedang berlangsung di negara ini, semua bandara ditutup dan tidak ada cara bagi mereka untuk melakukan perjalanan ke Tokyo,” lanjutnya.

Meskipun Afghanistan tidak diwakili oleh atletnya, benderanya tetap dikibarkan selama parade upacara pembukaan. Bendera ini dibawa oleh para sukarelawan (volunteers) mengitari Stadion Nasional Jepang.

Presiden Komite Paralimpiade Internasional Andrew Parsons mengungkapkan penghormatan mendalam. Dia pun menyampaikan bahwa ini merupakan aksi solidaritas dan perdamaian dunia.

"Kami menyertakan bendera Afghanistan dalam upacara sebagai tanda solidaritas. Penting untuk digarisbawahi karena ini adalah pesan solidaritas dan perdamaian yang kami kirimkan ke dunia,” ucap Parsons.

"Kami ingin memiliki mereka di sini, sayangnya itu tidak mungkin, tetapi mereka akan berada di sini dengan semangat,” katanya.

Editor: Dimas Wahyu Indrajaya

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut