Tersingkir di Australian Open 2026, Devin/Ali Akui Ulangi Kesalahan yang Sama seperti Indonesia Open
Dia menegaskan hasil di Australian Open 2026 harus menjadi bahan pembelajaran penting. Salah satu aspek yang perlu diperbaiki adalah kemampuan mengelola situasi ketika sedang berada dalam tekanan dan tertinggal angka dari lawan.
Hasil Australian Open 2026: Sabar/Reza Menang Dramatis, Melaju ke 16 Besar
"Kami harus belajar bagaimana mengatasi situasi ketika sedang ketinggalan," ujarnya.
Ali Faathir Rayhan juga mengakui dirinya dan Devin sempat berusaha mengejar ketertinggalan pada gim ketiga. Namun, setiap kali berhasil mendekat, lawan kembali menjauh dan mengendalikan jalannya pertandingan.
Hasil Australian Open 2026: Ana/Trias Mengamuk, Hajar Wakil Hong Kong Dua Gim
Menurut Ali, masalah konsistensi fokus masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi. Selain itu, pola permainan mereka dinilai terlalu mudah dibaca lawan.
"Kami tadi sempat mengejar tapi jauh lagi poinnya, belum bisa konsisten fokusnya dan cara mainnya. Ini jadi evaluasi dan pelajaran kami ke depan," tutur Ali.
Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin Absen dari Australian Open 2026, Alasannya Mengejutkan!
Dia menambahkan variasi strategi juga harus ditingkatkan agar tidak bermain monoton saat menghadapi lawan dengan karakter berbeda. Kemampuan membaca pola permainan lawan menjadi salah satu kunci yang perlu diperkuat untuk menghadapi turnamen berikutnya.
"Selain itu kami tidak boleh monoton polanya, harus bisa baca pola lawan lalu cari cara ngelawannya," katanya.
Hasil ini membuat langkah Devin/Ali terhenti pada babak 32 besar Australian Open 2026. Meski gagal melangkah lebih jauh, pasangan muda Indonesia tersebut membawa pulang sejumlah catatan evaluasi yang akan menjadi bekal untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
Editor: Abdul Haris