Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Lanny/Tiwi Tersingkir di India Open 2026, Akui Goyah Hadapi Perubahan Pola Unggulan China
Advertisement . Scroll to see content

Terungkap! Ini Alasan Apriyani Rahayu Nekat Ikut Turnamen Meski Masih Cedera

Rabu, 29 November 2023 - 20:09:00 WIB
Terungkap! Ini Alasan Apriyani Rahayu Nekat Ikut Turnamen Meski Masih Cedera
Apriyani Rahayu mengungkapkan alasan nekat ikut turnamen meski masih dibekap cedera. Apriyani bersama Siti Fadia Silva Ramadhanti ingin meraih poin kualifikasi Olimpiade Paris 2024 (Race to Olympic 2024). (Foto: BWF Fansite)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id- Pemain ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu mengungkapkan alasan nekat ikut turnamen meski masih dibekap cedera. Apriyani bersama Siti Fadia Silva Ramadhanti ingin meraih poin kualifikasi Olimpiade Paris 2024 (Race to Olympic 2024).

Apriyani menderita cedera betis saat tampil di final Hylo Open 2023 pada awal November lalu. Hal itu membuat Apriyani/Fadia mundur dari Kumamoto Japan Masters 2023 dua pekan kemudian karena belum pulih.

Namun, pemain berusia 25 tahun itu nekat tampil di China Masters 2023 pada pekan lalu. Beruntung, Prifad -sebutan Apriyani/Fadia- pun mendapat keuntungan langsung masuk ke babak 16 besar tanpa bermain karena kompatriot mereka, Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi, mundur dari babak 32 besar akibat persoalan visa. 

Akan tetapi, pada akhirnya Apriyani/Fadia mundur di pertengahan gim pertama saat melawan duet Prancis, Margot Lambert/Anne Tran, di babak 16 besar turnamen Super 750 itu. Sebab, Apriyani masih merasakan sakit dan ngilu pada betisnya yang cedera sehingga tak mampu melanjutkan permainan.

Lantas, mengapa Apriyani memaksakan diri tampil di China Masters 2023 jika cederanya belum pulih sepenuhnya? Pemain kelahiran Konawe itu pun mengungkapkan alasannya kepada awak media, termasuk MNC Portal Indonesia, saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, pada Rabu (29/11/2023). Dia mengaku melakukannya demi bisa tetap menambah perolehan poinnya dalam klasemen Race to Olympic 2024.

“Kalau itu lebih tepatnya mikir untuk poin Olimpiade, buat ke depannya. Jadi ke depan itu targetnya poin ke Olimpiade karena belum aman,” kata Apriyani.

Untuk diketahui, total peserta ganda putri di Olimpiade Paris 2024 berjumlah 16 pasangan. Namun, setiap negara maksimal hanya boleh mengirimkan dua wakilnya ke turnamen empat tahunan tersebut. Dan di sektor ganda kuota maksimal bisa didapatkan jika dua wakil dari negara yang sama berada di peringkat delapan besar Race to Olympic 2024.

Dengan begitu, Apriyani/Fadia wajib berada di posisi 16 besar klasemen Race to Olympic 2024 ketika perolehan poin kualifikasi ditutup pada akhir April 2024 mendatang untuk mengamankan tiket ke pesta olahraga terakbar di dunia itu. Sementara ini, mereka berada di peringkat delapan dengan koleksi 70.013 poin.

Meski sementara berada di zona aman, namun Prifad belum mengamankan tiket ke Paris 2024. Sebab, masih banyak turnamen yang akan dimainkan hingga April tahun depan sehingga posisi mereka masih bisa dikejar oleh para pasangan lainnya.

Oleh karena itu, Apriyani mengambil risiko untuk tetap bermain meski kondisinya belum pulih total karena jika beristirahat terlalu lama, maka rangkingnya bersama Fadia di klasemen Race to Olympic 2024 bakal disusul oleh para rival. Dia mengatakan bahwa keputusan ini sudah melewati proses pembicaraan dengan sang pelatih, Eng Hian.

“Iya enggak bisa (jeda ikut turnamen) karena tuntutannya juga. Jadi memang yang kemarin saya juga sempat ngobrol sama pelatih. Dia bilang mau nggak mau. Jadi sebenarnya saya juga mau dari Jerman (Hylo Open 2023) itu saya istirahat. Saya mau dari Januari lagi. Cuma enggak bisa karena sudah tuntutan untuk Olimpiade,” tutur peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 itu.

Selain dengan pelatih, Apriyani juga membeberkan bahwa risiko ini diambil setelah melewati diskusi dengan dokter PBSI. Mereka berembuk menyusun strategi terbaik untuk memfokuskan Prifad di turnamen tertentu di tengah padatnya jadwal ajang BWF World Tour.

“Dokter kemarin sempat bilang kalau terlalu dekat pertandingannya, mungkin ada beberapa pertandingan yang kamu fokuskan. Mungkin juga ada yang tidak, gitu,” ucap mantan duet Greysia Polii itu.

“Jadi saya kan dari awal sudah ngasih tahu ke dokter ini pertandingan A, B, C, D ini, Jadi dia bilang 'oh ini mungkin kamu fokuskan di sini'. Jadi memang sudah seperti itu kebutuhannya, bukan faktor paksaan. Kayak gitu sih,” imbuhnya.

“Memang dokter, pelatih, semuanya satu tujuan bahwa yang ini (Opsi A) kita harus fokuskan yang ini aja, yang ini saja, ini saja,” tuturnya.

Apriyani pun mengungkapkan jika posisinya dan Fadia sudah mengantongi tiket ke Paris 2024 saat pengumpulan poin ditutup pada April tahun depan, maka bisa jadi dirinya akan melepas beberapa turnamen setelahnya. Tujuannya, agar dia bisa beristirahat sejenak setelah melewati perjuangan panjang demi mengamankan tempat di Olimpiade.

“Kita lihat aja, kita lihat aja nanti, pasti pelatih akan menyesuaikan waktu untuk ke Olimpiade. Penutupan (pengumpulan poin kualifikasi Olimpiade) kan April. Kalau sudah dari April itu (aman) ya, kita lihat kondisi aja nanti,” pungkasnya.

Apriyani/Fadia sendiri masih akan menjalani satu turnamen lagi di tahun ini, yakni BWF World Tour Finals (WTF) 2023 yang akan digelar pada 13-17 Desember mendatang di Hangzhou, China. Dia mengaku saat ini kondisi cederanya sudah pulih 90 persen dan yakin bakal tetap mentas di turnamen penutup tahun tersebut.

Editor: Ibnu Hariyanto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut