Terungkap, Ini Alasan Kento Momota Tersingkir Prematur di Indonesia Open 2021
NUSA DUA, iNews.id – Alasan Kento Momota tersingkir prematur di Indonesia Open 2021 terungkap. Tunggal putra nomor satu dunia itu mengaku kelelahan.
Langkah Momota terhenti di Babak 16 Besar. Jagoan asal Jepang itu dikalahkan wakil Singapura Loh Kean Yew yang dididik pelatih asal Indonesia.
Momota sangat keteteran di gim pertama. Dia terlihat tidak dalam kondisi terbaiknya sehingga kalah jauh dengan skor 7-21.
Memasuki gim kedua, Momota berhasil bangkit. Dia memberikan perlawanan sengit dan mengunci kemenangan dengan skor 21-17.
AS Roma Bantai Zorya, Pasukan Mourinho Tembus 16 Besar Liga Konferensi Eropa
Kendati bersaing sengit di gim penentuan, Momota harus mengakui keunggulan Loh. Pada poin terakhir, dia langsung tersungkur lemas di lapangan usai gagal mencocor bola di depan net. Alhasil, pertandingan pun ditutup dengan skor 21-19 untuk kemenangan Loh Kean Yew.
Jadwal Indonesia Open 2021 Hari Ini: Greysia/Apriyani, Minions, dan Jojo Jumpa Lawan Kuat
Usai pertandingan, pemain Negeri Sakura itu mengaku sudah kelelahan sejak awal pertandingan. Namun, dia tidak mau menyerah begitu saja sehingga memberikan perlawanan di gim kedua.
“Saya sangat lelah. Saya kehilangan fokus pada pertandingan. Saya membuat keputusan untuk terus bermain karena saya tidak ingin kalah. Itu sebabnya saya melakukan perlawanan seperti itu di gim kedua,” kata Momota usai pertandingan, Kamis (25/11/2021).
Indonesia Gilas Myanmar 4-1, Ezra Walian dan Ricky Kambuaya Tampil Apik
“Di gim kedua, saya tidak mencoba sesuatu yang baru atau berbeda, saya hanya mencoba memainkan permainan saya. Saya tidak ingin mengulang pertandingan itu lagi. Saya hanya ingin istirahat sekarang," pungkasnya.
Alasan kelelahan memang sangat masuk akal. Sebab Momota pekan lalu baru saja berlaga sampai final dan menjuarai Indonesia Masters 2021.
Hasil Indonesia Open 2021: Bungkam Wakil Jepang, Hafiz/Gloria Melaju ke Perempat Final
Momota bukan satu-satunya yang mengeluhkan rasa lelah. Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon juga menyerukan hal serupa.
Editor: Reynaldi Hermawan