Tumbangkan Unggulan Tuan Rumah, Ana/Trias Pecah Telur di Malaysia Open 2026
Pada gim kedua, Ana/Trias tampil lebih agresif dengan memanfaatkan kondisi lapangan. “Di gim kedua posisi kami menang angin jadi lebih nyaman untuk terus menekan,” ucap Ana.
Motivasi besar datang dari memori pahit yang masih membekas. Ana menegaskan kekalahan di final SEA Games menjadi bahan bakar tambahan. “Kami masih ingat rasanya di final SEA Games kemarin, sudah unggul 3-4 poin di gim ketiga tapi tersusul dan akhirnya kalah oleh mereka. Rasa sakitnya kami ingat dan jadi tambahan motivasi untuk tidak terulang lagi hari ini,” kata dia.
Trias menambahkan, keunggulan jauh di awal gim pertama sempat membuat tempo permainan menurun. “Setelah unggul 11-1 di interval gim pertama, kami melakukan kesalahan dengan sedikit mengendurkan tempo tapi coach Karel terus mengingatkan kami untuk menjaga fokusnya,” ujar dia.
Saat laga memasuki fase krusial, Trias menuturkan mereka memilih berpikir sederhana. “Di kejar-kejaran poin setting itu kami hanya berpikir untuk terus mengejar bola, selama belum jatuh harus terus lanjut,” kata dia.
Konsistensi itu akhirnya membawa hasil maksimal. “Alhamdulillah bisa mengambil gim pertama dan lanjut di gim kedua. Akhirnya bisa pecah telur lawan mereka,” tutur Trias.
Kemenangan atas Pearly/Thinaah menegaskan peningkatan mental Ana/Trias di level elite. Hasil ini membuka peluang besar bagi mereka melangkah lebih jauh di Malaysia Open 2026 sekaligus memperkuat posisi ganda putri Indonesia di turnamen bergengsi tersebut.
Editor: Abdul Haris