Usai Cetak Rekor di Olimpiade Tokyo 2020, Pesepeda China Diinvestigasi Gara-Gara Aksesoris Kontroversial
SHIZUOKA, iNews.id - Pesepeda China, Bao Shanju dan Zhong Tianshi berhasil memenangkan ajang sepeda beregu putri Olimpiade Tokyo 2020. Namun, mereka menghadapi investigasi karena aksesoris yang mereka kenakan di podium penyerahan medali.
Berlomba di Izu Velodrome, Senin (3/8/2021), Bao dan Zhong merebut medali emas setelah menjadi yang tercepat. Mereka sampai mencetak rekor Olimpiade, dengan catatan waktu 41 detik.
Hanya saja, terdapat hal unik saat upacara pemberian medali. Zhong diketahui mengenakan aksesoris pin atau bros yang jelas menggambarkan mantan pemimpin China, Mao Zedong.
Padahal, sesuai dengan artikel 50 peraturan Olimpiade, para atlet dilarang memberikan simbol bersifat politis selama pertandingan dan upacara pemberian medali.
Klasemen Medali Sementara Olimpiade Tokyo 2020: Indonesia Peringkat ke-39
Mengingat figur Mao yang cukup kejam, Komite Olimpiade Internasional (IOC) pun menganggap pin Mao tersebut melanggar artikel 50. Mereka langsung mengadakan investigasi.
Fantastis! Ini Deretan Bonus Bagi Greysia/Apriyani usai Raih Emas Olimpiade Tokyo
Juru bicara IOC, Mark Adams langsung meminta penjelasan dari Komite Olimpiade China atas kejadian itu. Mereka berharap bisa menemukan jawaban mengapa atlet China menggunakan lambang diktator China pada masa lalu tersebut.
“Kami sudah menghubungi Komite Olimpiade China. Kami meminta mereka untuk melaporkan situasinya. Kami sedang mempelajari perkara ini,” kata Marks dikutip iNews.id dari BBC, Rabu (4/8/2021).
Sebenarnya IOC sudah sedikit melonggarkan kebijakan Artikel 50. Dengan begitu, atlet diperkenankan untuk protes keadilan rasisme. Namun, segala bentuk demonstrasi masih tak diperkenankan ketika upacara pengalungan medali.
Meski diinvestigasi, aksi Bao dan Zhong diketahui justru mendapat dukungan oleh media China. Mereka dianggap sudah bertindak tepat, dengan mengenakan pin Mao.
Editor: Dimas Wahyu Indrajaya