10 Pemain Bola Legendaris Era 90-an, Kini Sudah Banyak Jadi Pelatih dan Direktur Klub
JAKARTA, iNews.id - Beberapa pemain bola legendaris era 90-an ini layak diketahui Anda. Sebab, selain bisa dibilang kompetitif, sepak bola di tahun begitu merata dan tidak terfokus pada pemain tertentu.
Selain itu, mereka juga diketahui berhasil menjuarai beberapa kompetisi, mulai dari liga champions hingga piala dunia.
Lantas siapa saja pemain bola legendaris era 90-an? Simak penjelasan yang dihimpun kami dari pemberitaan nasional dengan judul ‘25 Pemain Terbaik Era 90-an Versi Fans: Diego Maradona Nomor Satu, Siapa Berikutnya?’
Sekalipun terdapat beberapa nama besar, namun ada beberapa yang berhasil kami himpun dan layak menjadi legenda terbaik. Berikut ulasan kami.
Menjadi salah satu pemain terbaik Argentina bisa dikatakan ia merupakan idola dari Lionel Messi. Maradona berhasil mengantarkan Argentina menjadi juara dunia ketika usia sangat muda, yaitu pada tahun 1986.
Selanjutnya Maradona berhasil menjadi legenda di Napoli. Olah bola yang termasyhur menjadikan dirinya disegani para fans, tidak heran bila Maradona dibuatkan patung oleh fans Napoli.
Kiper legendaris Manchester United ini layak masuk dalam jajaran legenda sepak bola dunia.
Kepiawaiannya menahan serangan begitu mempesona.
Ayah dari Kasper Schmeichel ini juga berkontribusi lebih ketika mengantarkan Manchester United menjuarai Liga Champions pada 1999 lalu.
Era keemasan Liga Italia begitu tersohor usai satu pemainnya menyita perhatian. Dengan ciri khas rambutnya yang dikuncir, permainan Roberto Baggio begitu dinantikan.
Gol-gol spektakuler pun berhasil disarangkan olehnya, termasuk gol melengkung indah dari tendangan sudut di penghujung karirnya.
Wajah rupawan dan skill bermain bola yang apik menjadi pembeda dari Del Piero. Ia merupakan striker pembunuh milik Juventus.
Soal loyalitas, jangan ditanya, Del Piero menjadi pemain dengan loyalitas tinggi bahkan dia rela bermain di kasta rendah ketika kasus pengaturan skor mendenda Juventus.
Sementara untuk level negara, ia berhasil mengantarkan Italia juara dunia 2006 yang merupakan tahun-tahun terakhir dirinya bermain bola.
Siapa yang tidak kenal dengan pemain ini. Nama besar begitu menyita perhatian dan menjadi salah satu pemain belakang terbaik dunia.
Loyalitasnya terhadap AC Milan juga tak bisa diragukan ini terbukti dengan dirinya yang hanya membela satu klub hingga di ujung karirnya, karenanya tidak heran nomor punggung 3 yang digunakan sepanjang karirnya dipensiunkan oleh Rossoneri, julukan AC Milan.
Soal gelar, sudah tak ditanya ia menjadi pemain terlengkap di klub yang menjuari kejuaran mana pun, mulai dari Liga Lokal, Champions, hingga Kejuaran Dunia antar klub.
Tidak lengkap rasanya bila tidak membahas pemain yang satu ini. Zidane merupakan pemain hebat yang juga sebagai pelatih hebat.
Ia mampu bersanding dengan pemain besar saat ini seperti Lionel Messi lantaran menjadi pemain yang komplit menjuarai semua kompetisi baik di level klub maupun nasional.
Mantan pelatih Real Madrid ini juga masuk dalam jajaran pelatih terbaik dunia setelah mampu menjuarai Liga Champions dan Liga.
Fans Arsenal sudah tidak asing dengan namanya. Ia merupakan legenda hidup klub dan Timnas Belanda. Saat menjadi pemain, Bergkamp menjadi predator haus goal.
Ini terbukti dengan keberhasilannya membawa Arsenal menjadi klub tak terkalahkan pada kompetisi Liga Premier tahun 2003-2004.
Namanya begitu melegenda ketika berhasil mengantarkan Prancis juara Piala Dunia pada 1998. Henry kemudian diboyong ke Italia namun gagal bersinar.
Namun saat pindah ke Arsenal, Henry kemudian menjelma menjadi andalan klub. Ia berhasil memikat dunia lewat gocekan khasnya, tidak heran Barcelona kemudian meminangnya dengan harga tinggi di era itu.