5 Negara Anggota FIFA yang Memutuskan Pindah Konfederasi Sepak Bola, Ada yang Bolak-Balik

Rilo Pambudi ยท Senin, 15 Agustus 2022 - 19:52:00 WIB
5 Negara Anggota FIFA yang Memutuskan Pindah Konfederasi Sepak Bola, Ada yang Bolak-Balik
Timnas Australia. Kamboja U-16 menang 4-2 atas Australia U-16 dalam lanjutan babak penyisihan Grup C Piala AFF U-16. Laga itu tersaji di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (5/8/2022). (Foto: Instagram/@aff.presse)

JAKARTA, iNews.id - Ada sejumlah negara anggota FIFA yang memutuskan pindah konfederasi. Sebelumnya, Indonesia sempat diisukan akan pindah dari Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) dan bergabung dengan Konfederasi Sepak Bola Asia Timur (EAFF), tetapi tidak jadi.

Saat itu, banyak yang sangsi bahwa Indonesia tidak akan bisa pindah ke EAFF lantaran jelas berbeda secara wilayah dan harus melalui proses yang rumit. Namun, untuk pindah federasi sepak bola ternyata bukan hal yang mustahil bagi suatu negara.

Faktanya, ada negara-negara yang memang pindah bahkan bolak-balik ganti menjadi anggota konfederasi yang berbeda. Tak hanya pindah di level di wilayah yang masih satu benua, negara ini bahkan pindah konfederasi antar benua. Dilansir iNews.id, Senin (15/8/2022), berikut ini adalah 5 negara yang pernah pindah keanggotaan federasi sepak bola.

5 Negara Anggota FIFA yang Memutuskan Pindah Konfederasi Sepak Bola:

1. Australia (OFC-AFC-OFC-AFC)

Sudah tidak asing lagi jika Australia adalah anggota FIFA yang pernah pindah konfederasi. Bahkan, Australia telah meninggalkan Konfederasi Sepakbola Oceania (OFC) untuk bergabung dengan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). 

Tahun 1972 adalah kali pertama Australia meninggalkan OFC. Alasannya karena Australia tidak mendapatkan lawan yang sepadan di OFC. Namun setelah mendapatkan tiket Piala Dunia 1974 lewat AFC,  Australia malah memutuskan kembali ke OFC pada 1978.

Setelah 32 tahun bermain di Oceania dan masih tidak memiliki lawan sepadan, Australia akhirnya memutuskan kembali ke AFC pada 2006. Keputusan pindah ke AFC untuk kedua kalinya lantaran Australia sebelumnya menang hingga 31-0 atas Samoa Amerika di Kualifikasi Piala Dunia 2002 Zona Oceania pada 2001.

Kemenangan yang dinilai keterlaluan itu sampai menuai kecaman dari seluruh dunia hingga Australia memutuskan kembali AFC sejak 2006. 

Sejak saat itu, Tim Kanguru berhak mengikuti kompetisi tingkat Asia. Begitu juga klub-klub A-League yang mendapatkan tiket ke Liga Champions Asia (LCA). Prestasi terbaik Australia di ajang AFC adalah menjuarai Piala Asia 2015.

2. Selandia Baru (AFC-OFC)

Selandia Baru sejatinya adalah bagian dari AFC pada 1964. Pasalnya, saat itu OFC memang belum terbentuk.

Saat OFC telah terbentuk pada 1966, Selandia Baru akhirnya ke sana dan bertahan hingga sekarang. Setelah Australia keluar dari OFC pada 2006, Selandia Baru seolah telah rajanya zona Oseania. 

Namun belakangan, Selandia Baru kabarnya disebut-sebut siap mengikuti jejak Australia untuk meninggalkan OFC. Pasalnya, tidak ada tiket lolos otomatis ke Piala Dunia. Juara Kualifikasi Piala Dunia di zona Oseania, sehingga harus menghadapi tim dari konfederasi lain untuk memperebutkan satu tiket lolos.

3. Taiwan (AFC-OFC-AFC)

Berikutnya, ada negara Taiwan awalnya merupakan bagian dari Federasi Sepakbola China (CFA). Namun, saat FIFA mengakui CFA sebagai wakil Negeri Tirai Bambu pada 1974, Taiwan malah memutuskan pindah ke zona Oseania (OFC) pada 1975.

Sayangnya, OFC membekukan status Taiwan pada 1978 lantaran nama federasi mereka sama persis dengan China, yakni CFA. Oleh sebab itu, Taiwan akhirnya memakai nama CTFA untuk aktif sebagai anggota OFC pada 1982. Namun pada tahun 1989, Taiwan akhirnya memilih pulang ke AFC dan bertahan hingga sekarang.

4. Kazakhstan (AFC-UEFA)

Setelah Uni Soviet runtuh atau bubar, telah berdiri banyak negara merdeka. Kazakhstan adalah salah satu negara merdeka yang saat itu memutuskan bergabung dengan AFC pada 1994.

Dasar pertimbangan masuk AFC saat itu adalah 90% wilayah Kazakhstan berada di daratan Asia. Budaya serta transportasi juga lebih dekat ke Asia dibanding Eropa.

Namun pada tahun 2000, Kazakhstan akhirnya memutuskan pindah ke UEFA karena kualitas UEFA lebih baik dari AFC. Meski belum pernah tampil di Piala Eropa atau Piala Dunia, klub-klub Kazakhstan dapat mendapatkan pengalaman tampil di Liga Champions atau Liga Eropa.

Editor : Komaruddin Bagja

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:








Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda