6 Negara Tetap Dukung Gianni Infantino Jadi Presiden FIFA, Indonesia Termasuk?
Ancaman terhadap posisi Infantino tidak hanya datang dari pemilihan. Statuta FIFA memungkinkan 20 persen anggota atau 43 negara menggelar Kongres FIFA darurat. Forum tersebut dapat digunakan untuk mengajukan pemungutan suara mengenai pemberhentian presiden.
Opsi lain tersedia melalui mekanisme etik FIFA. Komite etik dapat melakukan penyelidikan jika presiden diduga melanggar kode etik berdasarkan pengaduan resmi dari anggota atau pejabat.
Komite etik juga memiliki kewenangan memberikan sanksi, termasuk larangan jangka panjang dari aktivitas sepak bola. Namun, dengan belum terlihatnya pelanggaran etik yang jelas dalam situasi saat ini, jalur tersebut dinilai kecil kemungkinan digunakan.
Jalan paling nyata untuk mengganti Infantino tetap melalui pemilihan. Jika mayoritas kongres memilih kandidat lain pada Maret mendatang, Infantino akan kehilangan kursi Presiden FIFA setelah masa kepemimpinannya sejak 2016.
Persaingan juga berpotensi semakin sengit karena sejumlah nama mulai dikaitkan dengan pemilihan tersebut. Presiden CONCACAF Victor Montagliani dilaporkan tertarik maju sebagai kandidat.
Selain Montagliani, Presiden Paris Saint-Germain Nasser Al-Khelaifi juga disebut sebagai salah satu kandidat potensial. Nama lain yang muncul adalah Mattias Grafstrom, Sekretaris Jenderal FIFA.
Dengan dukungan yang mulai terpecah dan sejumlah kandidat potensial bermunculan, posisi Infantino menuju pemilihan Presiden FIFA 2027 kini tidak lagi sekuat prediksi sebelumnya. Enam negara memang masih mendukung dia, tetapi pertarungan untuk mengamankan sedikitnya 106 suara akan menjadi ujian besar.
Editor: Reynaldi Hermawan