AC Milan Bungkam Como, Allegri Jelaskan Perkara Drama Penalti
COMO, iNews.id – AC Milan mencuri perhatian setelah membalikkan keadaan dan menang 3-1 atas Como dalam laga tandang Serie A yang penuh tekanan, Jumat (16/1/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini menjaga Milan tetap berada di jalur perburuan Scudetto dan mempertegas ketangguhan mental skuad asuhan Massimiliano Allegri.
AC Milan sempat berada dalam situasi genting sejak awal laga. Tim tuan rumah Como tampil agresif dan menekan sepanjang babak pertama, bahkan unggul lebih dulu lewat sundulan Marc-Oliver Kempf yang membuat Milan tertekan cukup lama.
Gol penyeimbang Milan lahir di momen krusial jelang turun minum. Christopher Nkunku sukses menjalankan tugas sebagai algojo penalti, gol yang diakui Allegri menjadi titik balik penting dalam pertandingan.
Penampilan gemilang Mike Maignan menjadi faktor krusial kemenangan Milan. Serangkaian penyelamatan kiper timnas Prancis itu menjaga Milan tetap bernyawa saat Como terus melancarkan serangan berbahaya.
Adrien Rabiot tampil sebagai pahlawan tak terduga lewat dua gol di babak kedua. Brace tersebut memastikan Milan memberi Como kekalahan kandang pertama mereka musim ini, sekaligus mengamankan tiga poin penting.
Sepanjang laga, Milan melakukan sejumlah perubahan taktik. Tim memulai pertandingan dengan formasi empat bek, lalu beralih ke 4-3-3, hingga akhirnya memakai skema 3-5-2 pada paruh kedua demi meredam agresivitas Como.
Massimiliano Allegri mengakui timnya melewati malam yang sangat berat. Dia menilai Milan kehilangan keseimbangan permainan setelah tertinggal dan berada dalam ancaman serius.
“Kami memulai dengan empat gelandang saat menguasai bola, mencoba menciptakan lebih banyak jalur umpan dengan Fofana, tetapi setelah tertinggal kami kehilangan kesatuan dan mengambil banyak risiko dari umpan terobosan serta serangan balik mereka, jadi Maignan menjaga kami tetap hidup,” kata Allegri kepada DAZN Italia.
Allegri juga menyinggung perubahan pendekatan setelah skor imbang dan keunggulan berhasil diraih. Dia menilai Como sebagai lawan berbahaya yang memaksa Milan tampil penuh determinasi.
“Setelah menyamakan kedudukan melawan Como yang kuat dan bermain sangat baik, saya memasang tiga pemain depan, lalu kembali ke rencana awal saat kami unggul. Ini tim yang sangat tangguh dan menginginkan hasil dengan segala cara,” ucapnya.
Situasi penalti Milan sempat memunculkan ketegangan ketika Rafael Leao terlihat ingin mengambil eksekusi. Allegri menegaskan keputusan tetap berada di tangannya.
“Benar dia ingin mengambil penalti, dia juga spesialis, tetapi pada saat itu saya merasa Nkunku yang harus menendang,” ujar Allegri.
Allegri juga memuji kontribusi Leao pada gol kedua Milan, meski bukan sebagai pencetak gol.
“Dia luar biasa pada gol kedua dengan sentuhan pertamanya mengontrol umpan silang jauh dan memberi assist untuk Rabiot,” tuturnya.
Kemenangan ini membuat AC Milan kini berdiri kokoh di posisi kedua klasemen Serie A. Milan menjadi satu-satunya tim yang berada dalam jarak tiga poin dari Inter, menjaga persaingan Scudetto tetap hidup.
Sepanjang 20 laga awal musim, Milan baru sekali kalah, catatan langka yang sebelumnya hanya tercapai pada musim 1995-1996 dan 2003-2004.
Editor: Reynaldi Hermawan