Apa Kabar Rochy Putiray? Striker Legendaris Indonesia yang Bikin Ancelotti Kesal
Mampir semusim di ibu kota, Rochy melanjutkan petualangannya ke Hong Kong. Dia bergabung dengan Instant-Dict FC pada musim 2000/2001 dan mencetak 12 gol dari 22 penampilan. Dia juga sukses mengantarkan klub tersebut finis di posisi runner-up liga utama Hongkong, sekaligus merengkuh FA Cup Hong Kong di musim yang sama.
Di usia 33 tahun Rochy masih ingin berkarier di luar negeri. Dia direkrut tim asal Hong Kong lainnya, Kitchee SC. Pada musim 2003/2004 dan menorehkan 16 gol dari 26 penampilan di liga. Selain dua klub Hong Kong di atas, dia juga pernah membela Happy Valley dan South China AA.
Momen robek gawang AC Milan
Momen paling diingat ketika Rochy membela Kitchee adalah saat striker veteran itu mencetak gol ke gawang AC Milan dalam sebuah laga persahabatan pada Mei 2004. Pada laga itu Milan dibuat menyerah 2-1 oleh Kitchee lewat dua gol yang dicetak sang striker andalan, Rochy Putiray.
Milan yang saat itu ditukangi Carlo Ancelotti mampu mencetak gol terlebih dahulu di awal babak kedua lewat Andriy Shevcenko memanfaatkan umpan silang Serginho. Namun, Kitchee membalas dengan dua gol Rochy di menit 67 dan 80.

Meski tidak diperkuat oleh banyak pemain bintangnya, Ancelotti sedikit kesal karena kekalahan itu. Tapi menurutnya, yang terpenting adalah permainan itu bisa menghibur banyak penonton.