Arsenal Tak Perkasa Seperti Dulu, Patrick Vieira Ungkap Perbedaannya
LONDON, iNews.id - Pelatih Crystal Palace, Patrick Vieira mengungkapkan perbedaan Arsenal dulu dan sekarang. Hal itu menjadi perhatian karena dia adalah legenda klub London Utara tersebut.
Patrick Vieira akan memimpin Crystal Palace ketika melawan Arsenal pada pekan kedelapan Liga Inggris 2021/2022. Pertandingan antara sesama klub London itu akan digelar di Stadion Emirates, Selasa (19/10/2021) dini hari WIB.
Melawan Arsenal tentu bakal menjadi tantangan untuk Vieira. Pasalnya, dia adalah salah satu legenda klub berjulukan The Gunners itu. Vieira pernah merasakan kejayaan bersama Arsenal yakni dengan merengkuh gelar juara Liga Inggris pada musim 1997/1998, 2001/2002 dan 2003/2004.
Tentunya ada perbedaan besar antara Arsenal era Vieira dulu dengan yang sekarang. Saat ini, Arsenal dilatih oleh Mikel Arteta dan mereka masih kesulitan untuk kembali ke papan atas Liga Inggris.
Vieira mengatakan saat masih bermain di Arsenal dulu, dia memiliki rekan yang membantunya di lini tengah seperti Emmanuel Petit, Gilberto, dan Edu. Namun, saat ini Arsenal tidak memiliki pemain seperti itu dan membuat mereka kesulitan bermain.
“Ketika saya bermain, saya memiliki Emmanuel Petit dan Gilberto di sebelah saya dan Edu di lini tengah mereka semua membuat pekerjaan saya lebih mudah. Itu adalah formasi yang sangat bagus, tapi saat ini Arsenal tidak memiliki formasi seperti itu saat ini," kata Vieira dilansir dari Mirror, Senin (18/10/2021).

Arsenal padahal sudah jor-joran di bursa transfer musim panas 2021. Mereka telah merogoh kocek 160 juta poundsterling atau setara dengan Rp3,1 miliar untuk membeli amunisi baru yang bisa menjadi andalan. Sayangnya hingga sampai saat ini Arsenal masih berjuang untuk menembus klasemen papan atas Liga Inggris.
Dalam lima pertemuan terakhir Arsenal dengan Crystal Palace, The Gunners berhasil memenangkan satu laga dan sisanya berakhir imbang. Sementara, di pertandingan nanti kedua tim sama-sama mengincar kemenangan untuk memperbaiki posisi mereka.
Editor: Dimas Wahyu Indrajaya