Asisten Pelatih Argentina Minta Maaf usai Insiden Final Piala Dunia 2026, Bantah Pukul Dani Olmo
"Saya bertanggung jawab atas apa yang saya lakukan. Niat saya adalah datang untuk melerai mereka, memang itu tujuan saya. Namun terkadang situasi memanas dan emosi menguasai keadaan, meski itu bukan alasan. Dengan posisi saya sekarang, perilaku saya harus berbeda apa pun yang saya terima. Eric Garcia juga ada di sana, dan saya hanya mengatakan kepada Eric kalau saya datang untuk melerai sekaligus mengucapkan selamat, tidak lebih," ucapnya.
Kericuhan setelah final Piala Dunia 2026 kini menjadi perhatian FIFA. Badan sepak bola dunia itu telah membuka investigasi resmi terhadap seluruh insiden yang terjadi seusai pertandingan.
Komite disiplin FIFA menunjuk jaksa disiplin dan etik untuk melakukan penyelidikan mendalam terhadap rangkaian peristiwa tersebut. Seluruh pemain maupun ofisial yang terlibat berpotensi menerima hukuman.
Penyelidikan akan mengacu pada Pasal 13 Kode Disiplin FIFA, yang mengatur pelanggaran terhadap norma kesopanan, perilaku tidak sportif, serta tindakan yang mencoreng nama baik sepak bola maupun FIFA.
Selain itu, Pasal 14 Kode Disiplin FIFA juga mengatur sanksi bagi pelaku tindakan kekerasan. Pemain atau ofisial yang terbukti bersalah dapat dijatuhi hukuman minimal larangan tampil dalam tiga pertandingan tim nasional. Ketentuan tersebut mencakup tindakan seperti menyikut, memukul, menendang, menggigit, meludah, atau menyerang lawan maupun pihak lain selain perangkat pertandingan.
Editor: Reynaldi Hermawan