Benfica Libas Real Madrid, Mourinho Sentil Keras Para Pengkritik
Mourinho juga mengingat situasi sulit saat Benfica belum meraih poin di lima laga awal. Dia menilai para pemain tetap bertarung meski harus menghadapi Napoli, Real Madrid, dan Juventus.
“Mereka melakukan apa yang saya minta: membunuh atau dibunuh. Jika saya kalah hari ini, saya akan mati sambil berdiri. Kami mendapatkan peluang untuk malam besar lain di Luz melawan raksasa Eropa,” kata Mourinho.
Soal gol penentu dari Trubin, Mourinho mengaku tidak terkejut. Dia menyebut situasi itu sudah pernah terjadi sebelumnya.
“Kami tahu dia bisa melakukan itu. Beberapa minggu lalu saat kami tertinggal di Portugal, dia hampir mencetak gol di menit akhir. Kualitas umpan paling penting, tapi gol ini luar biasa untuknya,” ujar dia.
Mourinho menutup dengan menyebut malam itu sebagai momen bersejarah. Benfica dan Real Madrid kini sama-sama masuk jalur play-off dan berpotensi kembali bertemu di undian berikutnya.
Editor: Abdul Haris