Brahim Diaz Menangis usai Penalti Panenka yang Gagal Bikin Maroko Gagal Juara Piala Afrika 2025
Kegagalan penalti itu memaksa laga berlanjut ke babak tambahan waktu. Momentum sepenuhnya berbalik ke Senegal yang tampil lebih tenang meski sebelumnya dilanda emosi.
Pada menit ke-94, Pape Sarr mencetak gol spektakuler lewat tembakan keras dari luar kotak penalti. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan Senegal dan menghancurkan harapan Maroko meraih gelar Piala Afrika pertama sejak 1976.
Brahim Diaz yang ditarik keluar lebih awal di extra time terlihat sangat terpukul. Dia menangis di akhir laga dan tampak sangat terpukul saat menerima sepatu emas dari Presiden FIFA Gianni Infantino, meski menjadi top skor turnamen dengan koleksi lima gol.
Pelatih Timnas Maroko Walid Regragui menilai waktu menunggu yang panjang sebelum penalti memengaruhi kondisi mental pemainnya.
“Dia punya banyak waktu sebelum mengambil penalti dan itu pasti mengganggunya. Tapi kami tidak bisa mengubah apa yang terjadi. Itu pilihan dia, dan sekarang kami harus melihat ke depan,” ujar Regragui, dikutip The Independent.