Bruno Fernandes Digoda Gaji Rp14,5 Miliar Per Pekan dari Al Hilal, Manchester United Siap Ditinggal?
Selain berbicara dengan Presiden Al Hilal, Fahad bin Nafel, Fernandes juga sempat berdiskusi dengan pelatih Ruben Amorim yang menekankan pentingnya dirinya bertahan di Old Trafford.
“Ada kesempatan. Presiden menelepon saya dan bertanya apakah saya ingin pergi. Mereka menunggu saya. Saya berbicara dengan pelatih Amorim. Dia meminta saya untuk tidak pergi. Manchester United tidak ingin menjual saya. Mereka tidak membutuhkan uang. Jika saya ingin pergi, mereka akan mewujudkannya,” ujarnya.
Meski menolak Al Hilal, laporan terbaru Daily Mail menyebut Fernandes berpotensi pindah dari Manchester United pada akhir musim ini. Dia dikabarkan terbuka terhadap proyek baru, baik di Saudi Pro League, MLS, atau klub top Eropa lainnya.
Untuk saat ini, kepergian Fernandes di bursa transfer musim panas 2025 dianggap kecil kemungkinannya. Namun situasi bisa berubah cepat jika klub Saudi lainnya, Al Ittihad, melayangkan tawaran “take it or leave it” sebelum bursa Saudi ditutup pada 10 September. Tawaran itu disebut bakal jauh lebih besar dari yang pernah diajukan Al Hilal.
Bagi fans Manchester United, kabar ini tentu menimbulkan dilema. Di satu sisi, Fernandes adalah motor permainan dan pemimpin di lapangan. Di sisi lain, minat besar dari klub-klub kaya raya bisa saja memengaruhi masa depannya di Old Trafford.
Masa depan Bruno Fernandes mungkin belum terjawab sekarang. Yang jelas, keputusan berani menolak Rp13 triliun dari Al Hilal memperlihatkan bahwa dia masih ingin berjuang di level tertinggi. Namun, apakah itu berarti bertahan lama di Manchester United, atau hanya menunda kepergian besar, masih harus ditunggu hingga musim berakhir.
Editor: Abdul Haris