Di Tengah Sorotan Finansial, Man City Promosikan Proyek Hunian Rp71 Triliun
“Manchester City Yas Residences by Ohana menempatkan olahraga dan kebugaran sebagai pusat komunitas, memberikan penghuni kesempatan untuk tetap aktif, memulihkan diri, dan menghabiskan waktu bersama. Saya senang bergabung dengan Ohana Development sebagai duta merek resmi untuk komunitas unik ini,” lanjut Guardiola.
Promosi proyek tersebut berlangsung ketika Man City masih berada dalam sorotan terkait putusan panel independen Premier League mengenai pelanggaran aturan finansial pada periode 2009 hingga 2018.
Dalam laporan yang menjadi sumber artikel ini, panel menyebut klub menggunakan kontrak dan kesepakatan yang dinilai sebagai “palsu” terkait pendapatan sponsor yang terhubung dengan Abu Dhabi. Nilai pendapatan yang dipersoalkan disebut hampir 900 juta poundsterling atau sekitar Rp21,35 triliun.
Man City telah mengajukan banding atas putusan tersebut dan menyatakan memiliki “bukti yang tak terbantahkan” untuk membuktikan posisi mereka.
Klub mayoritas dimiliki Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan melalui Abu Dhabi United Group. Grup itu juga memiliki Co-op Live Arena senilai 365 juta poundsterling atau sekitar Rp8,66 triliun serta sejumlah apartemen mewah di kawasan timur Manchester.