Diego Maradona Meninggal, Sejak Gantung Sepatu Sudah Bolak Balik ke Rumah Sakit

Fitradian Dhimas Kurniawan ยท Kamis, 26 November 2020 - 00:21:00 WIB
Diego Maradona Meninggal, Sejak Gantung Sepatu Sudah Bolak Balik ke Rumah Sakit
Diego Armando Maradona meninggal dunia akibat serangan jantung. (Foto: AFP)

BUENOS AIRES, iNews.id – Kabar duka datang dari dunia sepak bola. Sang legenda Argentina, Diego Armando Maradona meninggal dunia di Kota La Plata, Argentina, Rabu (25/11/2020) akibat serangan jantung. Pria berjuluk Si Tangan Tuhan itu meninggal dunia pada usia 60 tahun.

Sejak gantung sepatu pada 1997, Maradona kerap menderita sakit. Sebelumnya dia dilarikan ke rumah sakit karena masalah perut pada Januari 2019.

Maradona kemudian juga menderita sakit pada Piala Dunia 2018. Ketika itu, dia sedang berada di Rusia untuk mendukung Timnas Argentina. Meski sakit, dia tetap menyempatkan datang menonton pertandingan negaranya kontra Norwegia dari ruang kaca VIP stadion.

Jauh sebelum itu, pada 2004, dia juga dirawat karena serangan jantung serta gangguan pernapasan yang berhubungan dengan perjuangan panjangnya melawan penggunaan narkotika.

Maradona sudah dua kali melakukan operasi untuk mengontrol berat badanya dan juga mendapat perawatan agar menghilangkan ketergantungannya pada alkohol.

Beberapa hari sebelum meninggal, Maradona sempat sukses menjalani operasi otak dan segera dipulangkan. Hal itu pun disampaikan langsung oleh dokter pribadi Maradona, Leopoldo Luque.

Pada pekan lalu, pria berusia 60 tahun tersebut menjalani operasi untuk hematoma subdural. Operasi tersebut dilakukan setelah Maradona dirawat di rumah sakit dan memiliki kekhawatiran akan anemia dan dehidrasi.

Luque mengungkapkan mantan kapten Timnas Argentina itu berada dalam kondisi yang sangat baik.

“Diego sudah ingin pulang. Kami sedang mengevaluasi proses pemulangannya. Kami akan membahas ke mana dia selanjutnya. Tetapi, saat ini dia dalam kondisi baik,” kata Luque dikutip dari Sky Sports, Selasa (10/11/2020).

Awalnya Maradona dirawat di Klinik Ipensa di Buenos Aires, Argentina, karena menderita anemia dan dehidrasi. Dia kemudian dipindahkan ke Klinik Olivos di La Plata untuk menjalani operasi.

Editor : Kastolani Marzuki