Efek Star Syndrome, Ini 5 Pesepak Bola Hebat yang Cepat Redup Sinarnya
Tapi Robinho tak bisa mengeluarkan magisnya di Santiago Bernabeu meski mewarisi nomor punggung 10. Dia hanya mencetak 25 gol dari 101 pertandingan di La Liga selama tiga musim mengabdi.
Pria 36 tahun itu juga sempat memperkuat AC Milan dan Manchester City. Tapi pesonanya tetap tak terpancar di dua klub tersebut.

Bendtner melakukan debutnya di Arsenal pada usia 17 tahun dan dilatih Arsene Wenger. Pemain yang dijuluki Lord ini dipuji karena kehebatannya di usia muda. Dia diberkati dengan kehebatan duel udara, kekuatan fisik, dan kecerdasan taktis yang baik.
Orang Denmark itu memiliki semua kemampuan yang diperlukan striker modern. “Jika Anda bertanya kepada saya apakah saya salah satu penyerang terbaik di dunia, saya (akan) mengatakan ‘ya’,” ujarnya.
Sayangnya, dia tidak pernah bisa membuktikan ucapannya. Bersama The Gunners Bendtner mengalami inkonsistensi performa. Sang Lord juga sempat pindah ke Juventus tapi tetap tak bisa mengelurkan magisnya.