Erick Thohir Murka soal Kerusuhan Suporter, PSSI Buka Opsi Pengurangan Poin
JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum PSSIErick Thohir menegaskan tidak ada toleransi terhadap kerusuhan suporter di Super League 2026-2027. Dia meminta operator kompetisi, I.League, dan manajemen klub menindak tegas setiap pelanggaran, termasuk membuka kemungkinan pengurangan poin jika situasi keamanan tidak dapat dikendalikan.
Pernyataan tersebut muncul setelah sejumlah insiden kekerasan mencoreng kompetisi sepak bola Indonesia. Salah satu kejadian yang menjadi sorotan adalah kericuhan di Banten International Stadium (BIS) ketika Persita Tangerang menghadapi Persija Jakarta, yang berlanjut dengan penyerangan terhadap suporter setelah pertandingan.
Erick menegaskan PSSI telah meminta operator liga dan klub menjalankan aturan yang berlaku. Dia mengingatkan setiap pelanggaran harus ditangani secara tegas tanpa mencari pembenaran atas tindakan anarkis.
"Posisi kami PSSI jelas bahwa kami meminta liga dan klub-klub untuk bertindak tegas. Itu ada aturan mainnya semua, enggak usah diputar-putar," kata Erick kepada awak media, termasuk iNews Media Group di Jakarta, dikutip pada Kamis (29/10/2026).
Menurut Erick, penanganan kerusuhan tidak cukup hanya dilakukan setelah insiden terjadi. Langkah pencegahan juga diperlukan untuk mengurangi risiko bentrokan, terutama dalam pertandingan yang melibatkan suporter dari dua kubu dengan potensi kerawanan tinggi.