FIFA ASEAN Cup 2026 Tiru Konsep Piala Dunia, Timnas Indonesia Ketiban Untung
JAKARTA, iNews.id - FIFA ASEAN Cup 2026 berpotensi menjadi turnamen empat tahunan seperti Piala Dunia jika edisi perdana yang digelar tahun ini mendapat respons positif dari sisi komersial, sponsor, hak siar, dan antusiasme penggemar.
Informasi tersebut dikutip dari Media Vietnam The Thao 247 yang menyebut FIFA ASEAN Cup edisi perdana akan berlangsung pada 2026, sedangkan edisi berikutnya direncanakan digelar pada 2030.
Rencana tersebut membuat FIFA ASEAN Cup berpotensi memiliki pola penyelenggaraan empat tahun sekali. Namun, keberlanjutan turnamen pada 2030 masih akan dievaluasi berdasarkan pelaksanaan edisi perdana.
Beberapa aspek akan menjadi pertimbangan dalam evaluasi tersebut. Faktor komersial, sponsor, hak siar, hingga antusiasme penggemar menjadi bagian penting untuk menentukan kelanjutan FIFA ASEAN Cup 2030.
FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri dijadwalkan mulai berlangsung pada Jumat, 25 September 2026. Turnamen tersebut kemudian akan berakhir melalui partai final yang dijadwalkan digelar pada Senin, 5 Oktober 2026.
Timnas Indonesia mendapat keuntungan dengan status sebagai tuan rumah Grup A pada FIFA ASEAN Cup 2026. Skuad Garuda berada satu grup dengan Singapura, Bangladesh, dan Malaysia.
Seluruh pertandingan Grup A akan dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Dengan demikian, Timnas Indonesia akan menjalani seluruh pertandingan fase grup di hadapan pendukung sendiri.
Kondisi tersebut menjadi keuntungan tersendiri bagi Timnas Indonesia karena dukungan langsung suporter akan hadir dalam setiap pertandingan Grup A. Skuad Garuda juga tidak perlu berpindah kota untuk menjalani laga fase grup.
Sementara itu, Grup B dihuni Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan. Seluruh pertandingan Grup B akan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Jawa Barat.
Dengan pembagian tersebut, FIFA ASEAN Cup 2026 akan melibatkan dua stadion di Indonesia sebagai lokasi pertandingan. SUGBK menjadi arena pertandingan Grup A, sedangkan Stadion Si Jalak Harupat digunakan untuk persaingan Grup B.
Jika penyelenggaraan edisi perdana berjalan sukses, FIFA ASEAN Cup memiliki peluang untuk kembali digelar pada 2030. Namun, keputusan tersebut tetap bergantung pada hasil evaluasi terhadap berbagai aspek turnamen setelah edisi 2026 berakhir.
Editor: Reynaldi Hermawan