Gagal ke Final Piala Dunia U-17 2023, Pelatih Argentina: Kami Tetap Bangga!
Juru taktik yang pernah bermain di klub Bundesliga Jerman Bayer Leverkusen itu menyebut duel melawan Jerman memang berlangsung menarik. Pasalnya, kedua tim sama-sama memaksimalkan karakter permainannya masing-masing di atas lapangan.
"Kami tahu pertandingan akan semakin intensif di level ini. Kami tidak mencetak gol dan pertandingan menjadi sulit. Saya rasa apa, kedua tim bermain dengan sangat baik dengan gaya masing-masing," tuturnya.
"Mereka melakukan serangan balik dan kami berusaha mengendalikan bola. Karena mereka memberikan tantangan fisik yang berat, kami membuat perubahan pada pemain. Para pemain bisa mengendalikan bola dan mengikuti iramanya," dia menerangkan.
Dengan hasil ini, Argentina gagal menciptakan sejarah lolos ke partai final untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia U-17. Prestasi terbaik mereka di kejuaraan ini ialah meraih juara ketiga pada 1991, 1995, dan 2003.
“Setelah laga yang menguras fisik ini, saya sangat bangga dengan para pemain yang berada di bawah bimbingan saya. Saya bisa mengatakan selamat kepada tim saya karena mereka telah memberikan yang terbaik. Saya merasa bangga dengan apa yang sudah mereka lakukan," kata Placente.
Setelah ini, Argentina masih bisa berharap meraih peringkat ketiga di ajang ini. La Albiceleste akan meladeni Mali yang harus mengakui kemenangan Prancis 2-1.
Perebutan peringkat ketiga itu akan dimainkan di Stadion Manahan, Solo pada Jumat, (1/12/2023).
Editor: Abdul Haris