Gianni Infantino Tetap Maju Pilpres FIFA 2027 meski Diterpa Tekanan Besar UEFA
Tekanan terhadap Infantino juga mendapat dukungan dari konfederasi lain seperti CONCACAF dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Ketiganya sebelumnya mengirim surat bersama yang menyoroti arah kepemimpinan FIFA.
“Kepemimpinan dalam sepak bola bukanlah sebuah kepemilikan. Kepemimpinan bukan tentang mempertahankan atau menuntut kekuasaan untuk terus dipegang,” tulis pernyataan bersama tersebut.
Presiden CONCACAF Victor Montagliani disebut menjadi kandidat yang paling mungkin menantang Infantino dalam pemilihan mendatang. Sementara itu, Presiden UEFA Aleksander Ceferin sudah memastikan tidak akan ikut dalam persaingan tersebut.
Meski menghadapi tekanan, Infantino masih memiliki sejumlah pendukung. Arab Saudi sebagai tuan rumah Piala Dunia 2034 memberikan dukungan, begitu juga dengan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL).
FIFA sebelumnya juga menuding UEFA melakukan kampanye pencemaran nama baik dan hanya mencari dokumen terkait rencana FFE tanpa dasar yang kuat.
Hingga saat ini, Infantino menjadi satu-satunya kandidat yang sudah menyatakan maju dalam pemilihan Presiden FIFA 2027. Batas akhir pendaftaran calon ditetapkan pada 18 November.
Untuk kembali memimpin FIFA, Infantino membutuhkan suara mayoritas sederhana dari 211 federasi anggota. Jika berhasil, dia akan memperpanjang era kepemimpinannya di sepak bola dunia hingga 2031.
Editor: Abdul Haris