Hoeness: Wabah Virus Corona Bakal Ubah Tren Transfer Pemain di Tahun Mendatang
Kekhawatiran muncul bila pandemi Virus Corona berlangsung dalam waktu yang cukup lama, kerugian yang ditimbulkan dapat dipastikan lebih besar. Termasuk mengancam kestabilan keuangan klub-klub sepak bola di seluruh dunia.
"Pertandingan tanpa penonton masih menjamin pemasukan dari distribusi siaran televisi dan jika itu dilaksanakan maka tidak ada permasalahan cukup berarti di musim 2019-2020," kata Hoeness.
"Tetapi, jika kami tidak bisa bermain sampai Natal (Desember), ini perkiraan paling buruknya, keberadaan semua liga akan terancam. Penyakit ini seperti wabah. Kami harus menunggu," ujarnya.
Lebih jauh, Hoeness memandang ketidakpastian yang ditimbulkan penyebaran Virus Corona secara tidak langsung akan mempengaruhi tren transfer pemain di masa mendatang. Bila tahun-tahun kebelakang, nilai transfer pemain bisa melewati angka 100 juta Euro, namun di tahun mendatang tak menutup kemungkinan nilainya bisa turun.
Ini dikarenakan tiap tim akan mengarahkan fokus bagaimana memulihkan neraca keuangan mereka yang berantakan selama pandemi Virus Corona melanda dunia.
"Situasi saat ini adalah ancaman, tetapi juga kesempatan untuk mengubah kesepakatan. Anda tidak bisa mendiktenya, tetapi nilai transfer lebih dari 100 juta Euro akan menjadi cerita kuno di masa depan."
"Nilai transfer akan jatuh dan tidak akan kembali ke level saat ini dalam dua sampai tiga tahun mendatang. Semua negara terpapar (Virus Corona). Setelah ini sepertinya akan ada dunia sepak bola baru," ucapnya.
Editor: Arif Budiwinarto