Inter Milan Juara Musim Dingin, Chivu Kirim Peringatan Keras Perburuan Scudetto
Inter butuh waktu lama untuk membongkar pertahanan Lecce. Babak pertama berjalan lambat dan jauh dari kata ideal. Chivu mengaku sudah memprediksi situasi tersebut.
“Saya menduga laga akan sulit, karena setelah menguras banyak energi melawan Napoli pada hari Minggu dan tidak mendapatkan hasil maksimal, itu membebani tim,” ujar dia.
“Sebagai mantan pemain, saya ingat bermain lagi 72 jam kemudian termasuk hal tersulit," tuturnya.
Meski begitu, Chivu memuji sikap para pemainnya.
“Walau sulit menemukan celah dan ketajaman dalam mengambil keputusan, tim ini punya sikap yang tepat, percaya sampai akhir, dan punya hati untuk membawa pulang kemenangan,” tutur dia.
“Laga seperti ini lebih mudah berakhir dengan kekalahan ketimbang kemenangan," ucapnya.
Keputusan Chivu memberi libur satu hari kepada pemain sebelum laga ini sempat memancing kritik. Menanggapi hal tersebut, dia menjawab santai.
“Atau kita bisa membalik pertanyaannya dan bilang mungkin kami menang karena libur satu hari,” ucapnya.
“Saya membuat keputusan berdasarkan pengalaman, latihan, dan apa yang saya lihat di mata para pemain," tuturnya.
Status juara musim dingin resmi menjadi milik Inter karena mereka memimpin klasemen di paruh musim dengan selisih enam poin dari Napoli. AC Milan masih berpeluang memangkas jarak, namun harus melewati laga sulit kontra Como.
“Saya pernah memenangkan gelar setengah musim ini sebelumnya dan itu tidak berarti apa-apa,” ujar Chivu.
“Yang penting adalah berada di sana pada bulan Mei. Ini menunjukkan kami kompetitif, tapi seperti yang saya katakan, Scudetto akan menjadi pertarungan sampai akhir untuk setiap poin.”
Inter memang belum menaklukkan sesama tim besar musim ini di Serie A. Namun konsistensi melawan tim non-unggulan membuat mereka kokoh di puncak, memberi fondasi kuat dalam perburuan gelar hingga pekan terakhir.
Editor: Reynaldi Hermawan